Bercinta Dengan Tante girang bugil Temanku

505 views
banner-pasarliga

Bercinta oleh bibi Temanku
Hari itu saya di membawa temenku Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Sex Terbaru, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Pemerkosaan, Cerita Sex Tante Girang bikin amati perolehan gambar yang beliau buat. Namanya nancy di adik kelasku. selagi saya hingga di rumahnya saya dikagetkan gagan sesosok perempuan cantik serta sexy di dalam rumah nancy. sedemikian itu beliau memandang beliau langsung mesem.

“nan, itu siapa? tanyaku.
“Itu tanteku…kenapa? menaksir.. ? ” Jawab nancy menggodaku.
“Enak saja anda, betul gaklah” jawabku.
“Yuk, sini kukenalin serupa tanteku” membawa nancy.
“Haloo… tante…” tutur nancy.

“Iya nancy, anda udah berbalik? ” pertanyaan bibi santy.
“Udah tant.. ” jawab nancy
“Oiya bibi, nih kenalin temen nancy…Namanya angga” kemudian bibi santy meluruskan tanganya sedemikian itu aja.
“Perkenalkan santy…” tuturnya.
“angga, bibi.. ” kataku.

Tangan bibi santy lembut sangat langsung. saya jadi dag-dig-dug, profit nancy buruan mengajaku masuk, bila Otakku bisa-bisa langsung berasumsi ngeres.
sehabis beres nanihat lukisannya nancy, kemudian kita bertiga ngobrol serempak di bilik pengunjung. bibi santy lezat pula dibawa ngobrol orangnya cepet dekat gagan orang yang terkini beliau ingat. kala lagi asik ngobrol, nancy berpamitan minta diri buat ke belakang spontan tinggal saya serta bibi santy aja empat mata.

bibi santy durasi itu mengenakan celana legging kencang serta baju putih pipih buat saya gugup serta jantungku berdebar cepat, tetapi saya menguji untk konsisten hening. kita empat mata ngobrol kesana sini serta berangsur-angsur bersandar bibi santy kian memepet gaganku. waduuuh, imbuh gugup saja nih saya. Gimana tak gugup, posisi bersandar bibi santy saja ngangkang. Apa beliau enggak malu betul barangkali saya nanihat kearahnya? pikirku. kian lamban, ngobrol kita mulai menjurus ke keadaan yang beraroma seks.

“ga, anda udah memiliki kekasih belum? ” tanyanya.
“Belum memiliki tant, lagi jones aku…hehehe…” jawabku gagan tawa gelak.
“Tante santy kog seorang diri? agaknya jones pula kayak saya.. heheheh.. ? tanyaku menggodanya.
“Gak pula, saya kan serupa nancy…kog anda tahu bila bibi jomblo…” jawabnya bebas.
“Owh, angga hanya nebak-nebak saja kog…hehehee…” jawabku.
“Tapi benar betul bibi lagi jones sesudah pisah gagan suami tante…” jawabnya jujur.

“Tante tak merasa keheningan apa? ” tanyaku lagi.
“Gak donk kan ditemani nancy” jawab tnate santy.
“Maksudku, pada durasi malam harinya tante…” tanyaku bandel.
“Iiihhh anda bandel pula yah ternyata…” tutur bibi santy dengan menyubit lenganku. saya bermuka masam kesakitan dengan tertawa….
“Merasa keheningan tak sih tante…? ” tanyaku lagi.

Bukannya menanggapi bibi santy justru menanukku dengan menciumiku. spontan saya jadi terkejut tetapi pula berbaur suka. selagi saya lagi diciumi bibi santy, sontak suara nancy hadir dari belakang. profit aja pintu yang ke arah dapur tertutup alhasil nancy enggak nanihat kala bibi santy menciumiku, bila hingga kedapatan serupa nancy mampu ancaman nich… kamipun memblokir kecupan kita.. kemudian bibi santy pergi ke dalam kamarnya dengan canggung. sehabis nancy hadir saya langsung pamitan, tidak kurang ingat saya pula berpamitan serupa bibi santy.

“Tante, angga berpamitan minta diri berbalik dulu ya…” pamitku.
“Kog lekas sih ga? ” pertanyaan bibi santy dengan nancyngkah pergi dari kamarnya.
“Aku terdapat akad serupa temenku tant… jawabku
“Lain durasi bermain kesini lagi ya…” tutur bibi santy dengan memejamkan matanya…
“Baik tante…”

sehabis kejadi itu saya jadi terkenang serupa bibi santy lalu.
Pada sesuatu hari tepat saya lagi di jalur, tak berencana saya bertemu serupa bibi santy…
“Haloo.. bibi santy.. ” sapaku
“Hai juga…angga…” jawabnya..
“Kamu ingin kemana ga…?
“Ini tant, ingin jalan-jalan…”
“Jalan-jalan kemana? mendingan temenin bibi makan saja ayo? ” ajaknya
“Emang ingin makan dimana tant?
“Udah lah mari turut saja pokoknya…”
ajuan itu tak boleh jadi saya dorong, jarang-jarang terdapat yang mentraktir membayari saya makan, maklum anak kost’an hehehehehe….. . Tanpa basa bau saya menerima ajuan bibi santy.

sehabis kita beres makan bibi santy kemudian mengajakku buat kisaran sekeliling Bandung. Tanpa anda sadari nyatanya hari telah malam. durasi itu jam menunjukan pukul 23. 00 kemudian saya membujuk bibi santy buat dianter berbalik ke kost’an. saya dianter hanya hingga depan rumah kost’anku. tetapi sebelum saya pergi dari mobil, sontak bibi menarik badanku kemudian beliau menciumiku gagan buas.

kita bercumbu agak lamban. serta itu membuatku jadi panas kancap keinginan. Akupun membujuk bibi santy buat masuk ke kamar kostku. sedemikian itu kita masuk dalam kamar, bibi santy mendorongku ke jok, sampai kita empat mata jatuh di berdasarkan jok. kemudian kita bercumbu lagi. Tangankupun tidak ingin bungkam kugerayangi tubuh bibi santy.
sehabis itu kubuka tank maksimum yang digunakan bibi santy. Wow, saya terkejut karna nyatanya bibi santy tidak mengenakan BH serta itu membuatku mudah buat menikmati indahnya toket bibi santy yang lagi bahenol. bibi santy mulai memekik keenakan…

“Aaahh…angga.. memerah lalu sayang…, ” tutur bibi santy mendesau. Mengagar itu saya jadi kian menggila.
Kugigit serta kuhisap putting bibi santy.
“Teruuus anggaaa…nikmatnya tak main…” desau bibi santy.
sehabis beres gagan puting bibi santy, kemudian saya nanepaskan celana jean pula Cdnya bibi santy. kumainkan buncak memek gagan rakusnya. amat bagus buncak memek yang terdapat di depan mataku gumamku dalam batin. kemudian saya memerintahkan bibi santy buat membuka pahanya lebar-lebar.

“Iya cinta, lakukan aja apa yang anda ingin bibi pasrah…” tuturnya. kemudian kubenamkan mukaku ke selangkangan bibi santy.
“Iiihhh.. jijik dong angga…” laung aleman bibi santy. dengan goyak badannya ke kanan serta ke kiri menambahkan nikmat.
“Ooohhh…terus sayang…jilat terus…” pintanya. Kujilat, kusedot, kugigit memek bibi santy.
Tangan santy juga tidak ingin bungkam, beliau mencari suatu di kembali CD yang lagi melekat dibadanku.

“woooaawww…. ” jeritnya.
“Ternyata rudalmu besar pula betul ga…? ” tuturnya kancap kedahsyatan.
“Tante santy senang gagan yang gede-gede betul? ” tanyaku.
“Suka…suka sangat malahan…” tuturnya bahagia.
kemudian balik kumainkan memeknya, kita main gagan posisi 69, bibi santy nanumat rudalku gagan rakusnya, hingga datang waktunya beliau mulai memerap agar rudalku dimasukkan ke dalam gohong memeknya.
“ga, masukan kini ayo bibi udah tak tangguh nihh…” pintanya aleman.
“Iya bibi, angga pula udah tak kuat…” jawabku.
kemudian saya mengepres tubuh bibi santy, beroncet-roncet bersilir-silir kumasukan rudalku ke bolongan memek bibi santy. “sleeeepp…” rudalkupun masuk seberinda ke dalam memek bibi santy.

“Aaaachhh ga…” jerit bibi santy. Memek bibi santy kerasa ketang serta panas.
“Sodok yang kuali betul ga…” pintanya aleman.
“Slepppp… sleppppp… sleeppppp…” rudalku menyodok pergi masuk memek bibi santy.
“Aaacchh…ooohhh…enak sayang…” desahnya menahan nikmat. tidak lamban setelah itu bibi santy mencengkeram lenganku gagan tangguh.
“Aaacchh ga…tante keluaaaar…. ” teriaknya nikmat.
“Iya tant…angga pula keluaaaa…” pekikku.

akibatnya kita juga pergi berbarengan. sehabis kita senang bercinta kamipun tertidur enak di kamar kostku serta bangkit terlalu siang. profit durasi itu temen-temen sekostanku lagi berbalik desa, jadi tak terdapat yang tahu saya memasukan tante-tante di kamar kostku.
“Makasih betul ga, anda amat hebat” tutur bibi santy sambil berpamitan berbalik.

“Klau terdapat durasi anda bermain lagi betul ga, bibi lagi penasaran ama kamu” bisiknya di telingaku.
“Oy bila anda memerlukan apa-apa tinggal bilang saja ke bibi janganlah sungkan-sungkan…” tuturnya lagi.

“Iya bibi sama-sama” kataku.
bibi santy berbalik gagan muka berseri-seri. sehabis insiden malam itu kamipun kerap nancykukan afair serta ikatan kamipun lagi berbuntut sampai saat ini, ikatan tanpa hubungan yang hanya dilandasi bakal kubutuhan seks.
dari berkaitan gagan bibi santy, keinginan sehari-hariku tercukupi. Apapun yang saya meminta tentu dituruti oleh bibi santy. Soalnya beliau senang gagan permainan ranjangku serta senang bakal besarnya rudalku.

Tags:
author