CERITA BOKEP MESUM DI BILIK WARNET

2735 views
banner-pasarliga

CERITA BOKEP MESUM DI BILIK WARNET

CERITA BOKEP MESUM DI BILIK WARNET Sebelumnya saya akan memberitahu Anda bahwa cerita seks ini terjadi sebelum saya tahu lebih banyak tentang internet. Ketika saya baru saja masuk kuliah, sementara saya masih tidak sangat akrab dengan internet, dan saya masih dalam tahap awal dan permulaan baru dalam hitungan hardware. Cerita seks terjadi sejak bertemu dengan seorang teman di ITK saya mulai mengenal apa internet. Dan saya senang pergi ke warnet dan hampir setiap hari aku ada di sana. Semakin lama saya suka udara-ria mengobrol dengan suka lupa waktu dan pulang pada malam hari. Sebelum memulai cerita saya saya ingatkan untuk selalu mengingat cerita. Karena hanya yang selalu memberikan berita terbaru. Segera, saya mulai memiliki cerita saya. Pada hari Sabtu, seperti biasa saya suka nongkrong di kafe mulai pukul 18.00, dan saya langsung mengecek e-mail. Setelah selesai saya suka browsing sambil chat. Pada saat itu seluruh kota dengan hujan lebat disertai angin.

3

Pada saat saya membeli minuman (di kafe), saya melihat dua gadis yang memasuki warnet. Mereka tampak basah kuyup dari hujan, dan ketika mereka mengenakan kemeja putih dan biru (perempuan saja), dan celana pendek. Dari balik kemeja putih basah itu saya bisa melihat bra merah muda, juga sepasang payudara montok agak besar. Saya kembali ke meja dan melihat mereka berdua menempati meja di depan saya. Sambil menunggu jawaban dari chat, saya mencuri pandang pada dua gadis. Semakin lama saya lihat saya tidak bisa konsentrasi, mungkin karena cara mereka duduk hanya mengenakan celana pendek, sehingga terlihat paha putih mulus dan juga sepasang payudara pada bra yang tercetak jelas karena pakaian basah. Pukul 20.00 jam, listrik di warnet itu padam. Para penjaga terlihat sibuk cafe diberitahu bahwa listrik akan segera menyala dan meminta kesabaran netter. Tapi 30 menit berlalu dan tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan menyala sehingga sebagian netizens merasa tidak sabar dan pulang. Sementara aku berada di kafe dan ingin pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor. Begitu juga dengan dua gadis di depan saya, mereka harus membayar sewa dan tidak bisa pulang karena hujan masih deras. Mereka hanya bisa duduk di sofa yang disediakan oleh cafe (sofa yang digunakan untuk netter ketika kafe penuh dan netter bersedia menunggu), wajah mereka cemas terlihat samar-samar akibat cahaya darurat terlalu kecil, mungkin karena itu malam dan takut tidak bisa pulang ke rumah, Melihat sesuatu yang saya tidak tega juga, terutama karena cuaca yang dingin angin yang datang dari lubang angin di atas pintu.

Aku mendekati mereka dan duduk di sofa. Ternyata mereka lezat juga berbicara dengan, dari sana saya tahu nama mereka, Tuti (baju putih) dan Ernie (kemeja biru). Lagi enak mengobrol enaknya kami dikejutkan oleh seorang gadis yang masuk ke dalam sambil terburu-buru. Dari para penjaga yang saya tahu, gadis itu telah menjadi pemilik kafe. Saya agak terkejut karena pemilik warnet ini ternyata menjadi sekitar 25 tahun muda, cantik dan seksi. Seorang gadis telah mengatakan para penjaga kembali karena listrik tidak akan nyala sampai besok pagi. Setelah semua penjaga kembali, gadis itu mendekati kami. "Saudaraku, adik bertiga di sini pernah menulis, apakah masih hujan di luar, semua nemenin Mbak ya .." kata gadis yang memiliki nama Riyas ini. Kemudian berjalan ke pintu bergulir depan dan bawah. "Saya membantu Mbak," kataku. "Oh, tidak repot-repot .." jawabnya. Tapi aku tetap membantu, tempat penampungan telah diberikan. Setelah selesai saya meninggalkan sebuah pintu kecil sehingga ketika hujan berhenti aku bisa melihat. "Ditutup saja Dik, dingin di sini .." kata Riyas, dan aku menutup pintu. Entah setan yang lewat di depan saya, otak langsung berpikir apa yang akan terjadi jika ada tiga cewek dan satu pria dalam sebuah ruangan tertutup tanpa orang lain yang dapat melihat apa yang terjadi di dalam. Aku kembali duduk di sofa sambil berbicara dengan mereka bertiga jadi sekarang ada empat orang yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam bayang-bayang selain berbicara. "Coba saya lihat ya bro, saya ke atas dulu, ganti baju .." kata Riyas. Aku bertanya, menyelidik, "Mbak tinggal di sini ya?" "Ya, uh Anda di atas yuk aja lebih santai, lagian baterai lampu hendak lari, ya .." katanya. Cerita seks Mbak Riyas bertiga menindaklanjuti.

Mengira itu terdapat di sebuah rumah toko berlantai tiga, lantai pertama digunakan untuk kafe, lantai kedua digunakan untuk penyimpanan dan tempat istirahat penjaga, lantai ketiga adalah rumah Riyas. Menaiki tangga ke lantai tiga, terdapat sebuah pintu yang akan menghentikan kita jika pintu tidak dibuka, setelah masuk kami tidak merasa berada di sebuah toko, tetapi di sebuah rumah mewah yang besar, kami disuruh duduk di ruang tamu. Riyas mengatakan ia akan mandi dan menyalakan notebook sehingga kami bertiga tidak bosan menunggu untuk mandi nya. Ternyata notebook tidak memiliki game yang bisa membuat kita bahagia. Tapi aku melihat shortcut berlabel duniasex, saya menduga ini adalah permainan, ketika saya membuka ternyata itu adalah cerita yang membuat adikku berdiri. Tuti dan Ernie sedikit malu melihat cerita-cerita. Tapi apa yang membuat saya tidak tahan adalah bahwa mereka tidak mengizinkan saya untuk menutup program dan mereka masih membaca cerita sampai akhir. Aku hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kanan. Setelah selesai membaca, Tuti merapatkan duduknya dan aku bisa merasakan benda kenyal menempel di lengan kananku. Erni mulai menggosok telapak tangannya ke paha kiriku. Sementara mereka melihat cerita lain, saya merasa sakit di celana. Aku tidak bisa berkonsentrasi pada cerita, mereka menjadi begitu, bahkan Tuti membuka kemejanya dengan alasan untuk merasa panas, sedangkan Erni membuka kemejanya dengan alasan baju basah dan takut masuk angin. Aku merasa panas juga melihat tubuh mereka, sementara mengoreksi posisi adik, aku mengatakan bahwa jika cuaca panas dan aku membuka baju juga. Sekarang mereka berdua tangan dirangkulkan di leher saya, saya merasa lengan saya semakin panas karena ada dua hal yang menekan kenyal saya dari kiri dan kanan. Akhirnya rusak juga iman ini, aku menaruh notebook di atas meja di depan saya dan saya mencium Tuti dengan nafsu yang sudah memuncak, Tuti tidak ingin kalah di seranganku, dia menjawab liar.

Sementara Ernie sibuk berciuman dan menjilati dadaku. Saya meletakkan tangan kiri saya pada Erni dan mulai meremas payudaranya yang masih BH tertutup itu, sementara aku meletakkan tangan kanan saya pada tubuh Tuti dan masukkan ke dalam bra dan meremas payudaranya. Erni mulai membuka celanaku dan penis mengisap sudah tegang. "Ouhh .. yahh mmhh .. .." aku mulai menikmati menjilati Erni pada kepala penisku. Tuti berjongkok di depan saya dan menjilat telur saya. Aku hanya bisa pasrah dan menikmati permainan melihat mereka berdua. Kemudian Riyas keluar dari kamar dengan handuk menutupi tubuh, dia menarik meja di depan saya sehingga ada cukup tempat untuk bermain. Riyas berlutut dengan celana terbuka Tuti. Setelah Tuti celana off, dia mulai menghisap vagina Tuti. "Ooohh .. Shh .. ahh .." Tuti mendesah. Segera Tuti berbalik dan sekarang posisi Riyas dan Tuti menjadi "69". Saya juga tidak tahan lagi, aku mengangkat segera Erni dan membaringkannya di lantai dan membuka celananya. Setelah terbuka aku langsung menghisap vagina yang berwarna merah. "Auuhh .. Ooohh .. Sayang .." desahan Erni mendapatkan saya cemas. Saya langsung diarahkan penisku ke dalam vagina Erni, dan mulai dorong perlahan. Erni merasa sakit dan mendorong dadaku, aku menarik penisku yang telah memasuki kepalanya. Selang agak lama Ernie mulai menarik pinggangku agar memasukkan penis ke dalam vagina, setelah memasukkan semua saya tarik perlahan-lahan dan memasukkannya kembali perlahan-lahan. "Ahh .. datang .. ohh sayang .. cepat .." Aku mulai mempercepat gerakan. Dari mana saya melihat Tuti dan Riyas saling menggosok vagina mereka. "Oouuhh Auuhh .. .. .. sshh yahh iyahh .. .. mm .." Erni menghela napas berubah menjadi jeritan histeris penuh nafsu. Segera Erni mencapai orgasme, tapi aku terus menusukkan penis ke dalam vagina Erni. "Gantian donk, aku juga pingin ya .." kata Tuti, mencium bibir Erni.

Aku menarik penis saya dan vagina langsung ke Tuti setelah dia telentang. Ketika penisku, vagina terasa licin dan mudah untuk masuk, rupanya dia merasakan orgasme bersama-sama Riyas. Erni dan Riyas muncul tertidur di lantai dengan pelukan. Sementara aku terus menggenjot tubuh sendiri Tuti Tuti sampai akhirnya mencapai puncak dan aku merasa akan ada sesuatu yang akan keluar. "Aahh .." suara yang keluar dari mulut saya dan Tuti. Cerita Sex Dewasa Akhirnya kami berempat tertidur dan kembali keesokan harinya. Setelah kejadian itu saya tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Ernie. Riyas sekarang menikah dan tetap di toko. Sementara aku sibuk dengan pekerjaan dan tidak pernah ke warnet itu lagi karena tidak ada koneksi internet di rumah saya.

Recent search terms:

  • Bokepmesum
  • bokep warnet
  • bokep di warnet
  • tante barat ngentot
  • ngentot tante barat
  • toge ngentot
  • ngentot di bilik warnet
  • foto ngentot tante barat
  • foto bugil toge barat
  • Gambar cewek barat toge ngentot
author