CERITA BOKEP NGENTOT MAMAH DAN TANTEKU

4669 views
banner-pasarliga

CERITA BOKEP NGENTOT MAMAH DAN TANTEKU

CERITA BOKEP NGENTOT MAMAH DAN TANTEKU Pagi ini ketika saya lakukan saya santai di rumah karena kuliah umum saya tiba-tiba mendapat telepon dari bibi saya Ulfa untuk menemani rumahnya karena suaminya berada di luar kota dan ada lembaga harus tinggal beberapa hari. Karena pagi itu aku sedang duduk santai dengan Mamah, saya kemudian mengambil mamah tidur di rumah sepanjang Ulfa bibi. Dan akhirnya mamah setuju dan mamahku sore dan saya langsung pergi ke Bibi Ulfa.

94

Sex Cerita - Vian nama saya, saya berusia 22 tahun, dan bibi saya adalah adik dari Ulfa papahku. Tante Ulfa sendiri memiliki wajah yang cukup cantik dengan tubuhnya sangat menggoda. Dia tidak siih terlalu tua, sekitar 36 tahun, tapi tubuh tidak kalah dengan gadis-gadis perguruan tinggi saat ini. Cerita Selanjutnya, setelah sampai di rumah bibi saya dengan mamahku, saya disambut dengan sangat menggoda, dengan pakaian yang dikenakan oleh bibi saya sangat menggoda memang. Dengan celana ¾ ia mengenakan legging yang dibuat sangat saya nafsu, ditambah dengan setritya baju tanpa lengan benar-benar membuat saya bersemangat untuk memeras ukuran payudaranya kira-kira 36B. Arrrrgghh ... Aku hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan itu.

Setelah kami masuk rumah bibi, aku tinggal di rumah dengan ibu dan bibi Ulfa. Sore itu, sekitar pukul 4 sore, aku melihat mama baru saja selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi mengenakan handuk di atas dada dan paha putih setengah halus. Mama berusia 40 tahun, sangat cantik. cerita Mesum

Ketika itu baik sengaja aku melihat mama memperbaiki unwinding handuk sebelum memasuki ruangan. payudara mama terlihat meskipun tidak terlalu besar tapi masih dalam kondisi yang baik. Yang terutama perhatian saya adalah mama vagina dihiasi dengan bulu hitam tidak terlalu berat segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya. cerita gay

Mama tampaknya tidak menyadari bahwa saya sedang menonton. Mama langsung pergi ke tempat tidur. Hati berdebar dan berbayang terus pemandangan mama tubuh sebelumnya. Aku mendekati pintu, kemudian aku mengintip melalui lubang kunci. Terlihat mama sedang unwinding handuk dan mengeringkan rambutnya dengan handuk. Tubuh ibu terlihat sangat menarik. mama terutama vagina yang saya fokus pada. Otomatis tangan saya dapat menyentuh penis dari luar celana, dan meremas perlahan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena tidak tahan lagi, aku buru-buru ke kamar mandi dan masturbasi sambil membayangkan mama sialan. Sampai akhirnya .. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme. Cerita Incest Sex

Pada sore hari, ketika aku sedang berbaring, membaca majalah, tiba-tiba mendengar suara memanggilku mama.

"Vian ..!" Mama panggilan.
"Ya, Ma ..." kataku sambil bergegas ke mama kamar.
"Ada apa, Ma?" Saya bertanya.
"Pijitin tubuh mama, Vian. Pegal besar ..." kata Ibu sambil tengkurap.
"Ya, Ma ..." jawabku.

Pada waktu itu mama mengenakan daster. Aku mulai memijat kaki dari mama betis. Terus naik ke paha. Mama tetap pijitan diam aku merasa. Karena daster pijitan mama agak mengganggu, jadi saya meminta mama. "Pus Naked Tante"

"Ma, dasternya naikin ya? Mengganggu ya ..." saya bertanya.
"Benar-benar Anda ingin mijitan apapun, Vian?" Tanya Ibu.
"Seluruh mama tubuh," jawab saya.
"Yah, mama buka baju," kata mama sambil bangkit dan melepas dasternya tanpa ragu-ragu.
"Mari kita lanjutkan, Vian!" Ibu mengatakan, duduk kembali di perutnya. Aku melihat gemerisik darah mama setengah telanjang di depan mata.
"Mama tidak malu Vian kemeja depan terbuka?" Saya bertanya.
"Malu kenapa? Kan anak kandung mama .. Biasa saja," Mom menjawab, menutup matanya.

Aku berdebar-debar. Tanganku mulai memijat mama paha. Sebenarnya tidak meimijit, istilah yang tepat digosok agak sulit. Saya menikmati tanganku di nya paha sapuan mama sambil mata terus menatap pantat mama mengenakan celana merah. Setelah selesai "memijat" paha, karena masih ragu, saya belum mencubit ibu pantat, tapi lurus ke atas terjepit pinggang mama. "ABG mesum"

"Bagaimana sih dilewat, Vian?" Protes mama gemetar pantatnya.
"Mm .. Vian takut mama marah ..." jawabku.
"Kenapa kau marah? Bukankah Anda mama emang memohon mijitin .. Ayo maju!" Mama Mengaku.

Because've mendapat angin, aku mulai merasa agak diperas pantat dan mama luar celana. Nyaman rasanya mencubit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. penis saya sudah mulai mengeras. Mama masih ditutup menikmati pijitan saya. Karena nafsu saya sudah naik, aku sengaja memasukkan tangannya ke dalam celana saya punya mama dan terus meremas. Mama tetap diam. Aku makin berani. "Memek Tante Girang"

Jari tengah saya mulai menyusuri belahan ke belahan pantat mama mama vagina. Jari saya tinggal di sana. Aku takut mama marah. Tapi ibu tetap diam dengan mata tertutup. Aku mulai bergerak jari tengah di vaginanya belahan saya mama. Mama tetap diam. Terasa mama vagina basah. Dan aku tahu bahwa mama agak menggoyangkan pantatnya, ibu mungkin merasa nyaman menikmati jari saya di belahan bumi vagina. Saya memperkirakan itu. "Ngesex Memek Tante Girang"

Karena itu basah, saya sudah putus asa untuk memasukkan jari saya ke dalam mama vagina lubang. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

"Vian, apa yang Anda lakukan?" Ibu bertanya sambil berbalik. Saya sangat terkejut dan takut mama marah.
"Maaf, Ma ..." Aku tidak berani melihat mata tertunduk mama.
"Pantang Vian tidak tahan ..." kataku lagi.
"Lust apa?" Ibu berkata dengan lembut.
"Di sini berbaring dekat mama," kata mama sambil menggeser tubuhnya. Saya tidak mengerti keheningan.
"Di sini berbaring Vian," kata mama lagi.
"Tutup pintu pertama ruangan," kata mama.

"Ya, Ma ..." kataku, berdiri dan langsung menutup pintu. Lalu aku berbaring di samping mama.
Mama menatapku, membelai rambutku.
"Mengapa ingin mama, Vian," tanya Ibu lembut.
"Mama marahkah?" Saya bertanya.
"Kau tidak marah, Vian .. Jawablah dengan jujur," kata mama.

"Melihat mama tubuh, Vian tidak tahu mengapa begitu ingin, Ma ..." kataku. Mama tersenyum.
"Kemudian anak mama sudah mulai dewasa," kata mama.
"Anda benar-benar ingin Sayang?" Tanya Ibu.
"Maksudmu mama?" Saya bertanya.
"Dua jam Papa pulang ..." yang keluar dari mulutnya saat penis ibunya menyentuh saya dari luar celana.

Saya terkejut dan senang. Mama mencium saya, dan saya akan segera merespon. Kami saling berciuman sementara tangan kami menggosok dan meremas. "Ngesex Memek Tante Girang"

"Buka baju Anda, Vian," kata mama. Aku taat, dan segera melepas baju dan celana.
Mama juga melepas bra dan celana dalam. Mama duduk di tepi tempat tidur, sementara aku tetap berdiri.
"Penis Anda besar, Vian ..." kata Ibu, menyambar saya dan meremas penis dan kocok. Rasanya enak.
"Anda tidak pernah dengan maen wanita tidak, Sayang?" Tanya Ibu.
Sambil menikmati penis kocok lezat Saya menjawab, "Tidak pernah, Ma .. Mmhh ..". Mama tersenyum, apa pun artinya.

Kemudian mama menarik pantatku sampai aku hampir pada penisnya. Kemudian Mom mulai menjilati penis saya mulai dari batang hingga kepala. Itu sangat menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi ketika mama dimasukkan penisku ke dalam mulutnya. Hisap dan bahasa ibu permainan yang sangat pintar. Tangan keras memegang dan meremas keras karena rambut mama merasakan kenikmatan intens. Tiba-tiba mama berhenti hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok ayam perlahan. "Tante gay Haus Sex"

"Sayang Delicious?" Ibu bertanya sambil menatapku.
"Ya, Ma .. Sangat baik," jawabku dengan suara teredam.
"Kemarilah bayi. Sudah penis besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan ..." kata mama, menarik tanganku.

Mama kemudian berbaring di tempat tidur sambil membuka pahanya lebar. Tanpa ragu aku naik tubuh mama. Aku menunjuk penisku ke dalam lubang vaginanya. Mama tangan membimbing penisku ke dalam lubang vaginanya.

"Ayo, Vian .. Masukkan ..." kata Ibu sambil terus menatap wajah saya.

Aku menekan penisku. Lalu ada kepala penisku ke dalam lubang basah, licin dan hangat. Kemudian penisku seperti mendapatkan sesuatu menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa sukacita .. Perlahan aku keluarmasukkan ayam di vagina mama. Aku mencium bibir ibunya. Mamapun menciumku gemetar pinggulnya bergoyang mengimbangi saya.

"Ini bagus, Vian?" Tanya Ibu.
"Sangat lezat, Ma ..." kataku sambil terus bercinta mama. Setelah beberapa menit, saya menghentikan gerakan penis saya.
"Kenapa mama mau melakukan ini dengan Vian?" Saya bertanya. Tersenyum, mata mama tampak berkaca-kaca.

"Ngesex Memek Tante Girang"

"Karena mama mencintaimu, Vian ..." jawab Ibu.
"Ini sangat disayangkan ..." lanjutnya.
"Setelah sekian lama mama sedang ingin bercinta ..." tambahnya.
Saya berkata-kata. Segera saya kembali memindahkan penis saya sedang meniduri mama.
"Vian juga mama sangat sayang ..." kataku.

"Ohh .. Vian .. .. Mmhh Enakk ..." desah mama ketika aku menyetubuhinya lebih keras.
"Aku akan keluar ..." desah mama lagi.
Segera saya merasa mama menegang tubuh dan memelukku erat-erat. Bergoyang pinggul mama lebih keras. Kemudian..
"Ohh .. Enak sayangg ..." Mom mendesah lagi ketika ia mencapai orgasme.

Aku terus mendorong penisku. Setelah lama aku merasa ada dorongan yang kuat yang akan keluar dari penis saya. Rasanya sangat kuat. Aku semakin sulit untuk meningkatkan mama tubuh ..

"Ma, Vian tahann tidak ..." kataku sambil memeluk mama tubuh dan menekan penisku lebih dalam mama vagina.
"Keluarin sayang ..." kata mama, meremas-remas pantatku.
"Keluarin hanya Sayang biarkan buruk ..." Ibu berbisik mesra.
Akhirnya, Crott crott .. .. .. Air Crott maniku keluar di mama vagina.
"Mmhh ..." Aku mendesah. Kemudian kami berbaring tubuh lemas berdampingan.

"Terima kasih ya, Ma ..." kataku, mencium bibir mama.
"Cepat berpakaian, Anda Papa akan pulang!" Kata mama.

Lalu kami berpakaian. Setengah jam kemudian Papa rumah. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Di malam hari, sekitar 11, ketika Ayah dan Ibu sudah tidur, aku dan bibi Ulfa masih menonton TV. Tante Ulfa memakai kimono. Sesekali saya melihat paha mulus ketika kimononya terungkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena itu tidak biasa untuk melihat seperti.

Ulfa bibi tiba-tiba bertanya sesuatu yang mengejutkan saya.

"Apa yang kau lakukan sore ini setelah waktu yang lama bersama-sama ama mama Anda di dalam ruangan?" Tanya bibi Ulfa.
"Hayo, kenapa ..?" Tanya bibi Ulfa lagi, tersenyum.
"Tidak, tidak ada. Saya mijitin mama, benar-benar ..." jawabku.
"Bagaimana sangat tua. Sampai lebih dari satu jam," tanyanya lagi.
"Sangat mencurigakan sih, tante?" Aku tersenyum.
"Tante hanya merasa aneh waktu bibi mendengar ada suara gimanaa jadi ..." kata Ulfa bibi, tersenyum. "Tante gay Haus Sex"

"Kayak terdengar lebih enak ..." kata bibi Ulfa lagi.
"Sudah mengagumkan ngomongnya Kok ah .. ah ..." kataku sambil berdiri.
"Maaf dong, Vian. Tante lelucon benar-benar ..." kata bibi Ulfa.
"Kau akan ke mana?" Tanya bibi Ulfa.
"Mau tidur," jawabku pendek.

"Temenein bibi dong, Vian," pinta bibi.
Aku duduk di kursi di samping tante Ulfa.
"Apa bibi?" Saya bertanya.
"Tidak apa-apa. Hanya butuh teman untuk ngobrol," jawab bibi Ulfa.
"Anda memiliki pacar, Vian?" Tanya bibi Ulfa.
"Tidak bibi. Kenapa?" Tanya saya.

"Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa tidak punya pacar?" Tanya bibi lagi.
"Banyak yang masih mengundang jalan, tapi saya tidak mau," jawab saya.
"Apakah Anda pernah mencium wanita itu, Vian?" Tanyanya lembut, bibinya Ulfa didekatkan ke wajah saya.
Bibir kami hampir bersentuhan. Saya tidak menjawab.
"Ni tante lagi terangsang saya pikir ..." pikirku.

Tanpa banyak kata, aku mencium bibirnya bibi Ulfa. Tante langsung Ulfapun berciuman hebat. Lidah dan bibir sedotan permainan kami main main .. Sementara tangan segera mendapat balik kimono bibi Ulfa. Kemudian kembali ke dalam bra-nya. Lalu aku remas-remas payudaranya dengan ujung jarinya dengan lembut sementara aku bermain putingnya. "Ngesex Memek Tante Girang"

"Mmhh .."

Ulfa bibi suara teredam napas karena kami masih berciuman. Tangan bibi Ulfapun tidak diam. Tangannya meremas penisku dari luar celana kolorku. ayam langsung tegang.

"Vian, bibi pindah ke ruangan, akan kita?" Tanya bibi Ulfa.
"Ya tante ..." jawabku. Lalu kami segera naik ke kamar Ulfa bibi kami.

Sesampainya di ruangan, bibi Ulfa tak sabar segera melepas kimono dan bra dan celana dalam. Aku akan segera melepas semua pakaian saya di tubuhku.

"Ayo Vian, bibi tidak tahan ..." kata Ulfa bibi, tersenyum, dan berbaring tubuhnya di kasur.

Aku segera menimpa Ulfa bibi tubuh telanjang. Aku mencium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke payudaranya. Aku menjilat dan mengisap puting bibi Ulfa, meremas payudara yang satu lagi.

"Ohh .. Viann Mmhh .. .. Anda sangat pandai pula .. Mmhh ..." desah Bibi Ulfa sementara tangan memegang kepala saya.

Lalu lidah saya turun lagi ke perut, dan kemudian ketika mulai turun ke selangkangan, bibi Ulfa segera menyebar kakinya mengangkang. Ulfa bibi vaginanya bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing jelas belahan bagus vagina. Aku segera menjilat vagina bibi Ulfa terutama kelentitnya. "Tante gay Haus Sex"

"Ohh sayang .. .. .. Mmhh Enakkhh .. Lanjutkan sayang ..." desah Bibi Ulfa sementara tubuhnya mengejang menahan nikmat.

Tak lama Ulfa bibi tiba-tiba mencengkeram pahanya menjepit kepalanya. Tangannya menekan kepalaku ke vagina.

"Oh, Vian .. Tante keluar .. nikmat sekali .. Ohh ..." desah Bibi Ulfa.

Aku bangkit, mengusap vagina mulutku basah oleh air Ulfa bibi, maka saya melapis ke atas dan mencium bibirnya. Tante Ulfa langsung berciuman mesra.

"Isep dong penis Vian, bibi ..." kataku.

Ulfa bibi mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi menghadapi Ulfa dan bibi saya menyerahkan penisku ke dalam mulutnya. Tante Ulfa langsung mengisap dan menjilati penisku dan mengocok dengan tangan sambil menutup matanya. Sangat lezat. Cara menghisap dan menjilat penisnya lebih pintar dari mama. "Tante gay Haus Sex"

"Mari bibi, bibi Vian sudah ingin Persetan ..." kataku.
Tante Ulfa melepaskan cengkeramannya, maka saya mengarahkan saya ke penis vagina.
"Ayo, Vian .. Tante tidak tahan ..." bisik Bibi Ulfa.
Kemudian, memberkati .. sleb sleb .. .. .. sleb ayam keluar vagina bibi Ulfa.
"Vian Anda pintar menyenangkan perempuan. Anda pandai memberikan kesenangan ..." kata bibi di tengah-tengah hubungan kami.

"Ah, biasa saja, bibi ..." Aku tersenyum dan mencium bibirku.
Setelah beberapa waktu, tiba-tiba bibi Ulfa mempercepat gerakan. Kedua tangan erat menggenggam tubuh saya.
"Vian, terus bibi Persetan .. Mmhh .. Ohh .. Tante akan keluar .. Ohh .. Ohh. Ohh ..." desahnya.

Segera tubuhnya menegang. pahanya menjepit pinggul ketat. Sementara akau terus memompa penisku di vagina.

"Tente sudah keluar, sayang ..." bisik Bibi Ulfa.
"Kau hebat .. Kuat ..." kata bibi Ulfa.
"Terus bibi Fuck, Vian .. Benamkan diri Anda ..." katanya.
Segera saya akan mulai merasa kalau aku akan orgasme. gerakan Kupertcepat.
"Vian keluar, Bibi ..." kataku. "Ngesex Memek Tante Girang"

"Jangan keluarkan di dalam, sayang ..." pinta bibi Ulfa.
"Tarik keluar ..." kata bibi Ulfa.
"Di sini tante isepin ..." katanya lagi.

Aku menarik penisku dari vagina, maka saya arahkan ke mulutnya. Tante Ulfa kemudian menghisap penisku sementara gemetar itu. Segera, crott .. crott crott .. .. .. crott Air maniku keluar di tante mulut Ulfa banyak sekali. Aku menekan penisku lebih dalam ke mulutnya Ulfa bibi. Tante Ulfa tenang cum menelan air sambil terus mengocok penisku. Lalu ia menjilat penisku untuk membersihkan sisa air mani di penisku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan Ulfa bibi.

Aku cepat berpakaian. Tante Ulfa juga segera mengenakan jubah tanpa bra dan celana dalam.
"Kau hebat, Vian .. Anda dapat memuaskan tante," kata Bibi Ulfa.
"Jika bibi membutuhkan Anda lagi, Anda menginginkannya?" Tanya bibi, memelukku.
"Kapan saja tante mau, Vian pasti Anda," kataku, mencium bibirnya.
"Terima kasih, Sayang," kata bibi Ulfa. "Ngesex Memek Tante Girang"

"Vian kembali ke kamar ya, bibi? Pergi ke tempat tidur," kataku.
"Ya, ada tidur," katanya, meremas penisku dengan lembut. Aku mencium bibirnya sekali lagi, lalu aku pergi.

Keesokan harinya, setelah Ayah pergi ke kantor, duduk di samping mama ketika aku makan.

"Vian, apa yang Anda lakukan di kamar kami semalam tante Ulfa sampai fajar?" Tanya ibu mengejutkan saya.

Aku berhenti tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku begitu takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Saat ia mencium pipi saya, mama berkata, "Jangan biarkan orang lain tahu ya, Vian. Mama akan menjaga rahasia Anda. Anda mencintai bibimu, kan?" Tanya Ibu. Plong adalah perasaan yang hebat untuk mendengarnya.

"Ya, Ma .. Vian Seperti Ulfa bibi," jawab saya.
"Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian ..." kata mama.
"Hati-hati ..." kata mama lagi.
"Mengapa tidak marah mama," saya bertanya.
"Karena mama pikir Anda sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab," kata mama.

"Terima kasih ya, Ma ..." kataku.
"Vian mama sayang," kataku lagi.
"Vian, bibi dan Papa Anda keluar .. mama tidak Ingin membantu?" Tanya Ibu.
"Bantuan apa, Ma?" Saya bertanya kembali.
"Mama ingin ..." Ibu berkata sambil mengusap penisku.
"Vian akan melakukan apa saja untuk mama ..." kataku. Mama tersenyum.
"Mama menunggu di ruang ya?" Kata mama. Aku mengangguk .. "gay Tante Haus Sex"

Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan memiliki dua anak, saya masih memiliki hubungan dengan Ulfa bibi ketika kesempatan muncul. Sementara itu agak tua tapi kecantikan dan kecantikannya masih menarik. Entah itu di rumah tante Ulfa jika tidak ada Om, di rumah saya sendiri, atau di hotel.

Recent search terms:

  • bokep mamah
  • ngentot mamah
  • Bokep ngentot mamah
  • cerita ngentot mamah
  • bokep ngentot tanteku
  • cerita bokep perkosa kakak lagi baring
  • cerita dewasa ngentod pantat mamah hijab
  • Cerita Ngentot dengan mamah
  • cerita ngentot kecepit paha gede
  • ceritabokepngentotmamah
author