CERITA BOKEP PERMAINAN NAKAL AKU DAN MAMA

3612 views
banner-pasarliga

CERITA BOKEP PERMAINAN NAKAL AKU DAN MAMA

CERITA BOKEP PERMAINAN NAKAL AKU DAN MAMA "Ah, di mana pun neraka itu benar-benar menjadi bulan baru datang?" Aku bertanya sengit ketika Mama datang untuk mengunjungi di Bandung. "Mama punya pacar baru ya? Sampai enggak sempet datang? Lagi pula aku tidak akan jika Mom bisa menjadi Papa baru". Ibu saya tampak terkejut ketika aku marah, tapi dia baru saja datang dari Jakarta pada hari Jumat sore.

9

Tapi ketika kepalaku di elus-elusnya dan mama mengatakan minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaan dan juga mengatakan bahwa mama tetap sayang dengan saya, perasaan marah saya begitu pecah. "Cook Mas (Purn sebenarnya nama saya tapi mama selalu memangggilku Mas sejak aku masih kecil), Anda tidak percaya mama sama? Mama terlalu menyukai Anda, sehingga Anda tidak menduga bahwa mama keluar lagi," isaknya, mencium pipi, dan akhirnya kami berpelukan. Setelah makan malam, kami berdua mengobrol di ruang tamu sambil menonton TV. "Mas, rambut Anda sudah mulai lebih putih ... sini mama cabutin", kata mama yang biasanya selalu menarik ubanku ketika datang ke Bandung. Segera aku bergegas ke kamar untuk mengambil rambut tergores menghadap ke arah TV dan duduk di lantai dengan punggung sofa yang diduduki mama.

Terus terang, saya sangat senang jika mama sudah mulai menarik ubanku, karena bisa mengantuk. "Banyak Mas ubanmu neraka benar adalah ini?", Komentar mama saat ia mulai menarik ubanku. "Well anyway ... Mama punya enggak lama di sini ... cuman ngurusin bekerja sepanjang waktu." "Nah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai akhir." Kami kemudian membungkam tanpa mengucapkan sepatah kata. "Mas" "ngomong2 apa yang sudah Anda punya pacar belum?" Tanya mama tiba2, sementara masih menarik ubanku di belakang kepala. "Tidak benar-benar Ma" .. masih dalam penjajakan ", kataku." Lihat. Anda ngelarang mama cari pacar, tapi meskipun Anda ingin pasangan. ", Kata mama dengan nada agak kesal." Pokoknya, mama tidak ingin Anda tahu bahwa Anda mulai berkencan, apalagi masih pelajaran sekolah bisa2 jadi ketinggalan dan itu berarti Anda juga enggak sendiri lagi mama sayang ", tambahnya." Saya tidak benar-benar Ma, aku masih mama sayang sama pula. "" sudah selesai Mas kembali, sekarang bahwa depan ", perintahnya. Lalu aku berbalik di kursi menghadap ke arah Mama dan tetap duduk di lantai di antara pahanya dan Mamapun mama hanya melanjutkan menarik abu-ubanku. "Mas, sekarang Anda sudah ditambahkan, apa enggak pingin punya pacar atau pingin pelukan atau berpelukan seorang wanita?", Kata Mom tiba2. "atau Anda harus menjadi orang yang biasa enggak mungkin ya, sayang? ", Kata Mama." Ah, mama ini kenapa nanyanya yang enggak2 sih? ", Sementara kucubit mama paha mulus dan putih." Mereka memakai selama bisbol Anda tidak pernah memberitahu Anda tentang teman wanita Anda, Mas. ", kata mama." aku masih laki-laki asli Mah.

Jika Anda juga tidak percaya, mungkin deh dibuktiin atau di tes ke dokter. ", Tambah santai membelai mama paha kuelus. Mama bilang aku harus enggak pacaran dulu, aku menambahkan." Naaah ... gitu dong Mas. Pacarannya nanti-nanti deh Mas, kalau kamu sudah lulus "." Tapi kau dewasa, apa enggak ingin memeluk dan mencium lawan jenis kamu ", tanyanya lagi." Kadang-kadang itu juga tidak Ma inginkan, terutama dengan banyak teman-teman saya yang sudah memiliki pasangan, masing-masing. Tapi bagaimanapun melakukan Ma, mengapa nanya2 gituan? "" Ya ... enggak apa sih, mama cuman pingin tahu. ", Kata mama sementara masih mencari ubanku. Karena aku duduk menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa menyadari mataku dada tetap mendapat mama saya dan karena ia hanya mengenakan tidur putih tipis sekali, maka payudara dan puting secara transparan jelas terlihat. "Mah ... kerjakan Mama baju menggunakan ini?" "Err ... jadi apa mas dengan baju tidur mama? emangnya kamu mencintai bisbol ya mas? "Tanya ibu saya, tanpa berhenti ubanku memetik nya." Mama Emangnya enggak malu? "... Tuh lihat?", Sementara kututul mama puting payudara yang terlihat menonjol keluar dari baju tidurnya dengan ujung jari saya. "Huuuusss, mama menangis karena terkejut. Mama kirain mengapa? Wong enggak ada orang lain kecuali Anda dan rumah bibi. Apalagi enggak mama keluar dari rumah.

Apakah Anda menyukai bisbol Mas ya?", Kata mama menghentikannya dan menatap mataku . "Wow" ... ya seperti bangeet dong Mah. Selain itu, jika saya dapat memegang ... ", aku tersenyum." Huussss ... ", sementara menjundul keningku." Wong Anda masih kecil, "tambahnya." Mah. Saya sudah mahasiswa lho .. bukan anak TK lagi, masak sih aku masih kecil? Melihat sedikit jika apa enggak hak Mah mah ... benar? ", Aku meratap. Mama tidak segera menjawab, dan masih terus menarik ubanku seakan enggak apa-apa. Setelah saya menunggu sejenak dan mama tidak menjawab atau melarang, akhirnya kuberanikan untuk meletakkan tangan saya ke dadanya dekat tombol kemejanya." tunggu sebentar, Anda tahu Mas aja ngelihatnya ", katanya tanpa menghalangi tangan telah dihapus tiga buah tombol nya." Oh Mah ... baik pula payudara mama putih. "aku berkomentar sambil membuka bajunya sehingga payudara mama saya muncul keluar . aku tidak tahu ukurannya, tetapi tentu saja tidak terlalu besar sehingga terlihat tegang merah menantang dan gelap di sekitar puting. "ini ah Mas, tutup lagi sekarang", katanya sambil tetap menarik ubanku. "Kenapa ... Kenapa bahkan tertegun, ditutup dong Mas? ", Dia berkata lagi ketika kata-kata bisbol mama saya hanya mengikuti dan terus mencari di dua mama payudara yang saya tampak begitu indah." Bentar dong ... saya tidak puas Mah Mah ya, lihat payudara mama sangat indah. Mah ya mungkin memegang sedikit? "" Aku tahu itu ... Mas sudah ngelunjak.

Dia mengatakan sebelumnya cuman ingin ngelihat sebentar, Eeeh sekarang pingin terus. "Kata Ibu sambil terus mencabut ubanku." Tunggu saja kau tahu ... ", katanya ketika mereka hanya melihat tiba2 tertegun hanya mengagumi payudara mama. Setelah Mama izin dan dengan ragu-ragu besar dan tanpa berani melihat wajah Mama, segera meremas kedua payudaranya mama diam-diam dengan tangan saya. "Aahh ... terasa halus dan kenyal payudara mama", gumanku dalam hati. Kemudian dua payudara mama kuelus2 dan kuremas2 dengan kedua tangan. Karena menyenangkan meremasi tits mama, mama baru saya menyadari bahwa tangan tidak lagi menarik ubanku lagi di kepala dan sekali melirik, ternyata Ibu kembali di sofa dengan mata tertutup, mungkin menikmati kesenangan meremas tanganku di payudaranya. Melihat mamaku duduk diam dan tertutup matanya, kemudian mengangkat keberanianku dan segera kumajukan wajahku mendekati payudara kirinya dan mulai kujilat puting payudara dengan ujung lidah saya. Setelah beberapa meremas payudara dan payudaranya hanya kujilati, aku mendengar sangat lembut mendesah mama "ssshhh ... ssssshhhh ... aaaahh .. Maaaass ... suuuudaaaahh ... "desahan adalah meskipun hampir tak terdengar membuat saya lebih berani dan menjilati payudara dan puting dengan hisap nya kuselingi halus dan meremas di payudara mama kanan kuselingi apapun dengan belaian lembut membelai.

Tiba2 hanya mendengar "denting" di lantai dan itu mungkin cabutan ubanku yang telah dibebaskan dari tangan mama, karena pada saat yang sama, terasa kedua tangan mama sudah meremas memeras rambut saya dan memukul kepala saya di dikompresi terhadap tubuh sehingga kepala telah menekan payudara mama dan napas saya bahkan napas sedikit. Desahan mamaku mulut bahkan lebih keras. "Ssssshhh ... Ooooohh ... aaaaahhh ... Maaaaaassss ..." The napas yang keluar dari mulut mama saya membuat saya bahkan lebih bersemangat dan kepala kugeser sedang ditekan mama menuju peluang dan yang lain dan saya kanan kuremaskan lembut bertentangan dan meninggalkan mama dan tidak ada henti2 napas ibunya terdengar kuat dengan napas cepat. "Maaasss ... aaaaahhh", mama mendesah keras dan tubuhnya memutar liuk, sambil memegang kepala saya begitu kuat yang tenggelam wajahku ke dadanya. "Aaaahhhh", teriaknya dan diakhiri dengan nafas cepat dan terengah-engah. "Maaas, lemes mama sekali," kata Ibu dengan suara nyaris tak terdengar dengan napas masih tersengal-sengal. "Maass, harap membawa mama ke kamarku", tambahnya dengan napas cepat masih. "Ayoooo Maas. Cepat bawa ke kamar mama", katanya lagi dan tanpa berpikir panjang dan aku mengangkat kubopong mama saya akhirnya tidur dan dengan terlentang kutidurkan hati2 di tempat tidur, mata masih tetap Mama mengerem tapi napas cepat mereda.

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, jadi aku hanya berbaring di samping mama sementara aku mengelus elus keringat dahi dan rambut dan mata tidak pernah meninggalkan mama wajah karena takut apa2, tapi sering mata saya tetap ke mama payudara mengintip keluar dari dirinya baju terbuka. Napas mama lebih dan lebih teratur. Tak lama kemudian mata mama mulai membuka perlahan-lahan dan ketika melihat saya di sampingnya, tersenyum manis saat dia mama dieluskan ke wajahku. "Kenapa Mah. Aku takut," kataku sambil mencium tangan yang sedang memegang wajahku. "Lemes sekali sayang Mama ... kaki mama gemetar, membantu Anda pijitin mama", memerintahkan dengan suara nyaris tak terdengar. Tanpa protes, saya langsung pindah dekat mama kaki dan ketika kedua kakinya geser ke arah sebaliknya, maka saya ditempatkan kursi saya antara kedua paha mama yang sudah terbuka lebar. Aku melihat mama telah menutup matanya kembali. Ayam yang telah tidur karena takut, kembali mulai bangun ketika terkena mama gaun tidur dan cd nya terlihat jelas. Benar-benar adalah sangat indah, paha putih mulus dan padat itu membuat hati saya seperti ingin lepas. Karena enggak pernah tahu bagaimana memijat, akhirnya saya meletakkan tangan saya di pahanya dan kupijit mama-pijat dari bawah ke atas. Saya tidak tahu apakah itu pijitanku lezat apa tidak, tetapi tampaknya mama tetap menutup matanya tanpa protes. Demikian juga, ketika kusodokan tangan kedua dalam CD beberapa kali, mama masih diam. Memang, godaan nafsu bisa mengalahkan apa pun. penisku sudah begitu tegang yang saya gunakan satu tangan untuk memperbaiki arah ke atas agar tidak terluka. "Mah ... celana repot-repot ya mama. Aku pergi, ya mah?", Tanyaku minta izin dia melihat ke arahnya. Mama enggak segera menjawab, tapi aku melihat Ibu sedikit mengangguk. Tanpa berlama-lama meskipun saya masih ragu, segera ditarik ke bawah CD dan ketika bagian bawah ditarik keras pantat mama, mama bahkan membantunya dengan mengangkat tubuhnya sedikit sehingga CD mudah kupelas kedua kaki. Lalu aku melepas semua hanya beberapa tombol kiri tempat tidurnya dengan satu tangan dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang melekat pada tubuh saya. Bersandar kupijati mama paha, vagina mama saya melihat bisbol off untuk pertama kalinya terlihat. Bulu jembutnya terlihat hanya beberapa potong yang membentuk vagina terlihat jelas dan dari celah aku melihat bibirnya sudah penyiraman. detak jantung saya menjadi racing semakin ketat terlihat bagian indah milik mamaku. Karena enggak tahan hanya mencolok mama lubang kesenangan, maka kuselonjorkan tubuhku ke belakang sehingga wajah saya sudah berada tepat di atas vagina mama tapi tangan saya masih memijat pahanya meskipun itu hanya belaian belaian mungkin. Awalnya saya hanya mencoba untuk mencium mama vagina dengan hidungku. Ah, ada bau dari menggelegak asing di hidung saya, segar dan membuat saya lebih horny. Eeeh ... Aku melihat mama tetap tenang, bahkan bernapas lebih cepat dari biasanya. Ketika saya bermain dengan lidah saya mulai menjilati sekitar bagian dari vagina bibir sudah basah dari sebelumnya terlihat dan terasa asin tapi enak, hip mama tergelinjang keras bahwa hidung cair mama-basah saya. "Aduuuuh Mas!", Teriak mama serak tiba2 dan MILF antara tele pernah berburu. tapi mama kembali diam dan aku berarti setiap mama setuju dengan apa yang saya lakukan dan meskipun kedua tangan memegang kepala saya. Tanpa meminta izin, segera saya menggunakan jari saya untuk membuka bibir vagina dan memainkan bibir vagina dan daging kecil yang muncul dari bibir sela-sela vaginanya. "Aduh ... Aaaaaah ... aaahhh ... Maaaaas", saya mendengar mama agak mendesah keras. Aku bisa merasakan cairan lendir semakin vagina basah mama yang indah. Bagaimana rasanya, terutama dengan mama mendesah menjadi semakin sulit, membuat saya bahkan lebih bersemangat dan mulai kujilati, kuendus dan menempatkan hidung saya ke dalam vaginanya dan aku bermain lidahku di mama vagina lubang. Mungkin karena keenakan, mendesah mama sudah erangan dan kepala keras rambut kusut crumple mama saat di tekan kepala tekannya dan pantat adalah digoyangnya atas dan ke bawah sehingga seluruh wajah saya basah semua cairan yang keluar dari mama vagina. Saya terus bermain lidah saya tapi tidak lama kemudian aku bisa merasakan tubuh bergoyang mama semakin cepat dan nafasnya sudah terdengar cepat dan keras. Tubuh ibu menegang dan akhirnya ia mendesah keras, "Maaaas ... addduuuuh ... Aaaaaah ... Ssssh. teee..ruuuuusss..maaas", ia menekan kepalaku ke arah vagina. Kemudian mama berbaring menghapus tangannya dari kepala saya untuk napas ngos2an cepat dan saya yakin bahwa mama telah mencapai orgasme lagi.

Tanpa disuruh saya segera menghadapi miring ke atas dan berbaring di samping mama yang terbaring dengan napasnya masih cepat. "Aduuuh" maaas, Anda nakal ya? Anda membuat mama jadi keenakan sampai lemes semua ", katanya setelah ia bernapas agak normal, menekan hidung saya." Mah ... booo leeeh kuuuu AAAA enggak? ", aku bertanya, tapi tidak berani melanjutkan kalimatnya, sementara dahiku usap2 mama masih berkerigat. Mudah2an hanya mama tahu apa yang saya maksud, karena penisku sudah tegang. "Jangan ya sayang ..." Ibu menjawab seperti dia menciumku di pipi dan jawaban itu tentu saja membuat saya sedikit kecewa. mungkin Ibu melihat perubahan wajahku dan karena merasa kasihan dan berkata "... Mas, mungkin deh, tapi hanya digesek gesekin ya luar?". Mendengar jawaban itu membuat saya sedikit lega. Yah ... dari bisbol harus setiap , sedangkan rasa sampai kepinginku sudah menyapu. "di sini sayang naik," lanjut dia meraih tubuhku untuk naik di atas tubuh ibu dan indera peraba dengan kaki saya, terasa mama juga sudah membuka ke dua paha, tapi tidak terlalu lebar . Tanpa mengucapkan sepatah kata, maka kunaiki tubuh mama dengan penisku yang sudah lengkap dengan kepala mengkilap tegang. Mama sudah memegang tangan penisku dan vagina untuk batang kemaluanku langsung. Kemudian, dia memegang penisku di gesek2an naik dan turun perlahan-lahan dalam vagina yang sudah licin dan kupergunakan kesempatan ini untuk menjilat mama leher.

Aku harus bersabar sedikit dan menunggu mama nafsu makan lagi oleh sentuhan penisku dan jilatan2 dimemeknya leher saya. Sesekali saya melihat dan saya melihat wajah mama mama menutup matanya mungkin menikmati gesekan2 ayam di vagina. Setelah, mama menghentikan gerakan tangannya dan melepaskan tangannya di penisku. tangan Mama dan memegang kepala saya dan melepaskan dia menjadi kujilati dada dan menatapku dengan mata berkaca-kaca. "Bagaimana ... Sayangnya, enggak buruk?", Tanyanya. "Ya lezat dong maaaah ... Tapiii ...", kataku di telinganya tanpa berani untuk melanjutkan. "Tapi ... kenapa Maaas?" Tanya mama pura2 enggak mengerti kata-kata saya sebelumnya. "Boo .. leh ya maaaah dimasukkan?", Jawabku agak gugup di dekat telinganya lagi. Tidak sampai kata-kata yang saya katakan itu selesai, adalah ibu telah mencoba untuk meregangkan ke pelan2 dua kaki yang lebih luas lagi dan saya melihat ibu saya tidak mencoba untuk menjawab, tapi malah terus menutup matanya. Tanpa melihat, karena aku sibuk menjilati telinga dan leher mama dan tangan mama hanya dipelukannya di punggungku, menekan pantatku sedikit dan mama dan bergeser pantatnya sedikit saat penisku sudah terjebak di vagina, sepertinya mama yang lebih berpengalaman, sedang berusaha menempatkan vagina lubang sehingga penisku mudah masuk. Ketika mama tidak bergerak maju lagi, pelan2 menekan penisku ke dalam vagina mama, tapi sepertinya kepala penisku diblokir dan tidak mudah masuk atau mungkin salah tempat, meskipun aku tahu ibu vagina sudah basah sekali telah. Tapi ketika saya melihat bahwa wajah lebih rem mama, itu terlihat seperti menyeringai mama sedikit, mungkin menahan rasa sakit selama penisku menekan ke vagina ... "Peel .. .. pelaaan sayyy laaan ... aang, saaa .. . kiiitt, mama punya enggak lama lagi ", aku mendengar Ibu berbisik dekat telingaku. Karena kasihan mendengar suara mama sakit, segera saya mengangkat saya pelan2 ayam tapi tangan mama yang sudah ada di belakang saya tampaknya mencoba untuk menangkapnya. "AAPA aaapppaa Nggggak Maaas", mendengar mama berbisik lagi. Apa2 Aku tidak menjawab, tapi kemudian merasa mama tangan tampaknya untuk menekan pantatku, mungkin menyuruhku untuk mencoba untuk menempatkan penisku, kemudian kutusukkan lagi hanya penisku vagina pelan2 ke mama dan "..ssssrreeeeeeeet", terasa kepala saya ayam sebagai mengungkap sesuatu yang telah ditutup dan hanya aku memotong penisku dorong ke dalam vagina mama, karena mama meringis terlihat kesakitan dan rintihan terdengar lagi mama. "Aduuuuhh ... maaaaas ...", sementara kedua tangan menahan pantat sedikit tekanan dan kembali turun segera menghentikan mereka. Aku sangat menyesal melihat wajah mama selalu menyeringai seperti sakit. Tapi sesaat kemudian, "Signed mas lagi, tapi perlahan-lahan ya ...", sementara kedua tangan menekan mama pantat saya perlahan-lahan, hanya saya ikuti saya tangan bawah menekan tekanan pelan2 dan tiba2 "..sssrrrrreeett ... bleesss ..." , adalah kepala penisku pergi ke mama vagina. "... Maaaaasss! .." Mama menangis pelan seiring dengan masuknya kepala penisku. "Ini maaass..suuuuukk ... saaa ... yaang ...", tambahnya, melepas napas dalam-dalam tapi tangan ass mama bahkan menahan tekanan. Saya diamkan gerakan menit penisku sambil menunggu mama reaksi, tetapi dalam keadaan istirahat seperti ini, saya merasa sedang mengisap penisku di vagina mama kuat dan keluar dari mulutku sebelum aku tahu itu, "..Maaah ... maaah ... terr ... uuusss ... Maaah e ... naaaaak. "Jadi lezat, saya tidak melihat tangan atau wajah mama lagi, maka kegerakkan pantat naik dan turun pelan2 dan mamapun mengkompensasi dengan memindahkan keledai seperti berputar. "Maaasss .. terus ... maaas .. enaaakk ... aduuuhhh ... lezat Mas ...", aku mendengar kata-kata mama dan kubungkam terbata-bata bibir mama dengan mulutku aku berbalik lidahku di mulutnya , serta tangan yang kuat kucengkeram mama diwajah .. Sedangkan tangan mama kedua masih dalam posisi dan menekan pantatku pantat pantat lagi ketika mengendarai. Sway dan gerakan dan mama aku semakin cepat dan aku mendengar suara "Crreeettt ... creeettt .. creeetttt. "secara teratur sesuai dengan gerakan naik turunnya serta suara mama pantat," Hhhmmm ... aaahhhh ... aaahhh ... ", yang tidak keluar karena bibirnya ke bibirku ditutup, tiba2 saja mama menghentikan gerakan tubuhnya dan mengatakan, "berhenti, cinta sejati". "Kenapa Ma?" "Maasss, silakan cabut Anda pertama, mama akan menghapuskan mama untuk sedikit kering, mari kita sama-sama sebagai buruk kemudian," katanya. Ko juga mengatakan Mama, aku berkata pada diriku sendiri, Mama merasa vagina sangat basah semua. Lalu aku mengeluarkan pelan2 penis saya Memek Mama dan aku mengambil handuk kecil di tempat tidur sementara saya mengatakan, "Maaam, biar deh ngelap..boleeeh Maaam kan?" "Apa pun yang Anda deh Maasss" jawab Mama sambil membuka kaki pendek lebar2 dan aku merangkak lebih dan setelah Mama pus pus dekat dengan Mama, maka saya katakan, "Saya bersih sekarang ya maaaaa?", Dan aku mendengar dia hanya pendek menjawab. "Semoga sayaaang". Lalu aku membuka tanganku dan bibir vagina Mama dan menundukkan kepala ke dalam vagina dan menjilat klitoris dan bagian kujilat- mama vagina dan pantat keras tergelinjang Mama mungkin shock, menangis, "Maaas ... Anda ... nakal yaaaaa!". Tanpa menjawab, aku terus mengisap dan menjilati vagina di semua bagian Mama dan membuat Mama menggoyangkan pantatnya dan tangannya terus menekan kepala saya kembali. Beberapa saat kemudian, kepala saya terasa seperti Mama ditarik mengatakan, "Maas ... sudaaaah sayaaaaang. Mama tidak tahaaan. Jika Anda gituin terus. Sini ... yaaaang". Lalu aku mengikuti tarikan tangan Mama dan aku langsung naik diatas badan Mama dan setelah itu kudengar mama seperti berbisik di telinga saya, "Mas, masukkan lagi ... Anda ... sayaaang ... Mama ngak terus ... ya aang ", dan tanpa membuang-buang waktu, aku mengambil kedua kaki Mami dan meletakkannya di atas bahu saat ia ingin berlatih seperti apa yang saya lihat di film-film biru sering terlihat dan sementara aku memegang penis batang, kuarahkan ke memek Mama lebar mulut terbuka dan kutusukkan pelan2, sedangkan mama dengan menutup matanya saat pasrah dengan apa yang saya lakukan. Karena Mama masih vagina basah dan kujilat terutama yang baru dan kuisap-isap, membuat mama vagina semakin basah sehingga penis dapat dengan mudah menyodok ke Mama vagina lubang. Mama mulai meggerakkan pantatnya naik turun mengikuti gerakan penis saya dan keluar dari vagina. "Mas, terus tanda kekuatan", mama mendesah dan tanpa perintah kedua kalinya, saya akan meningkatkan vagina kuat sehingga Anda mendengar "crroooooot ... croooott", mungkin karena vagina mama saya sudah basah sekali. "Ayyooo maaasss", teriaknya lagi dengan napas yang sudah terengah-engah. "Maas ... menurunkan kaki mama", bertanya dan sementara penis masih sodokkan kusodok ke dalam vagina mama, satu per satu kaki saya turun dari bahu saya dan saya sudah akan menempel pada mama tubuh dan mama mulai menciumi seluruh wajahku basah semua ... Tidak lama setelah gerakan itu mama pantat berputar itu semakin cepat dan tangan mencengkeram kuat2 di pantat dan ... tiba-tiba mama melepas ciuman saya dan berkata tersendat- ditunda sedikit keras ".. Haam Maaaaassss ... mama .. .. .. maaaas piirr ... aa ... yyoooo ..maass .. cepppaaaat.. "Momen ini aku menyia-nyiakan tidak, karena saya tidak bisa menahan diri pejuku yang akan datang out. "Ayyooo maaaah ... Aduuuh ... maaah ...", sambil menekan ke dalam vagina penis kuat2 mama dan aku merasakan cengkeraman tangan kuat pada mama pantatku lebih keras dan sedikit sakit seakan kuku yang menusuk pantat saya. saya menyaksikan mama dengan nafas yang masih ter-engah2 terdiam dan lemas sebagai usaha seakan tangannya lemas tapi masih dalam posisi memelukku, sedangkan posisi saya masih di atas mama tubuh dengan penis saya masih terjebak segala sesuatu di vagina . Karena Anda hanya diam tapi napasnya mulai mendapatkan terorganisir, saya pikir mama ingin beristirahat atau langsung tidur, dan kemudian aku mengangkat pelan2 pantatku untuk menarik penis saya masih di vagina mama, Eeehh ... bukan dia mama dengan kedua tangan masih di punggungku dan memiringkan sehingga aku berbaring di samping tubuhnya dan dengan mata masih tertutup gumamnya pelan, "Maaas ... biarkan .. Mas. biarkan Anda bahwa dalam beberapa saat. rasanya baik ... ada mengganjel di ... ", karena dia menciumku lembut ketiduran sekali dan kami terus berpelukan. Siapa yang tahu berapa lama aku tertidur, dan akhirnya aku terbangun karena aku merasa ada sesuatu yang menghisap-menghisap penis saya. Diding jam ketika aku melihat, saya melihat sudah pukul 5 pagi dan saya melihat ibu saya juga berada di bagian bawah lagi dan mengocok ngocok menyenangkan mengisap penis. Aku pura2 masih tidur sambil menikmati kuluman mulut mama di penis saya. Mama menghisap penis saya dan bermain dengan lidahnya, saya geli. Saat ia mengunyah, merasakan jari kelembutan mama mengusap dan membelai batang penis saya. Dan diurutnya menggosok atas dan ke bawah. Terasa seperti batang penis tumbang diperlakukan seperti itu. Aku hanya mendesis geli sambil mendongakkan kepalanya menahan nikmat yang luar biasa. Setelah itu, giliran diselusurinya pangkal paha kanan saya. Lidah mama mengusap dasar pahaku, terus sepanjang paha dan terus naik lagi ke testis, batang penis, kepala penis saya, enuaaaknyaa. Tapi tidak bisa berdiri terlalu lama sehingga mau tidak mau pantanku mulai aku bergerak naik-turun dan membuat mama mengintip saya dan melepas kuluman di penis tapi masih bertahan. "Apakah up saayaaang.", Dia berkata dengan suara lembut. "Terus maaah, enaaaaakk", kataku dan kembali mama menghisap penis saya sehingga terlihat penis keluar dari mama mulut. Setelah beberapa waktu saya dikulum penis dan menggosok batang penis saya, tiba-tiba mama melepas penis saya. Sekarang, mama sudah naik lidah bawah perut saya, menjilati pusarku, terus naik lagi ke dada kanan, mengolesi puting kanan saya dengan air liur yang hangat, lalu ke leher, dan akhirnya ke mulutku. bahasa ibu ketika memasuki mulutku, aku sedikit sedikit jijik ... Tiba-tiba, aduuhhhh ... aku merasa batang kemaluanku ke dalam jepitan daging hangat, kenyal dan berlendir .... mama vagina. Ternyata ketika mulutku sibuk menikmati lidahnya, ibu menyodok vaginanya ke penis yang sudah tegang. Tanpa mengeluarkan lidahnya keluar dari mulut saya, mama mulai mendorong pantatnya ke bawah. "Blesssss ...", menerobos ke dalam vagina penis mama. Rasa hangat. Mama terus melakukan gerakan memompa. Aduhhhhh batang membelai penis saya merasa dan meremas dinding vagina ... Saya juga menggelepar sehingga lidah mama mama keluar dari mulut saya. Tetapi bahasa ibu terus mengejar mulutku sehingga dapat dimasukkan kembali ke dalam mulut saya. Sementara masih memompa pantatnya dan suara bunyia "crooot ... croott ..." "... enaaaknya Aduhhhh", aku berseru tanpa sadar. "Enaaak sayaaaaang?" Tanya Ibu. "Terruuss maaaaah, lezat ..." Tiba-tiba mama rilis mulut mulut saya. Kemudian mama tangan diletakkan dan beristirahat di dada saya dan mulai memompa naik turun dan memutar-mutar pantatnya. "Serrrr ... serrr ..." Batang penis juga tampak ikut irama terdistorsi dengan mama pantat bulat. "Addduuuuuuhhhh, maaaaah, saya tidak tahaannn ya ...", aku mendesis. Mama tidak tampak terganggu oleh rintihanku, ia tetap memutar, memompa, memutar, memompa pantatnya, tapi napasnya sudah begitu cepat. Ternyata ada dihadapanku mama juga selaras dengan stroke tergoyang-goyang tubuhnya dan meremas menekan mereka dengan tangan saya. Sekitar beberapa menit aku terombang-ambing dalam kenikmatan yang luar biasa, sampai akhirnya ketika ibu mulai mengubah dengan membalik posisi tubuh saya sehingga saya sekarang sudah di atas tubuh dan napas mama mama've melihat begitu cepat. "Maaaas ... ceeepaaaat, tanda maaass kuat", menuntut sambil memeluk erat punggungku dan pinggul bergerak ke atas dan ke bawah dengan cepat sehingga membuat penis saya terasa sedikit mati rasa. "Cepaaaat Maaas", serunya lagi dengan suara cukup keras punggungku sementara tangannya menggenggam erat. Mungkin Ibu sudah mendekati orgasme mungkin, tapi saya akan memiliki hampir tidak tahan air maniku agar tidak keluar. "Ini maaaah. Ini tahan maaah yaaa ...", kataku mama vagina sementara kugenjot kuat2 beberapa kali. "Ter..rrruss..saaayang terruuuus", katanya lagi dengan gerakan pinggulnya semakin liar saja. "Maaah ... maaaaaaah. Aku tidak tahan lagiiiiiii", teriak penis keras menekan lebih kuat ke dalam vagina mama dan "crreeeeet ...", maniku air akhirnya meledak dan menyemprotkan kuat ke mama vagina dan mungkin setelah menerima semprotan air cum akhirnya mama menjerit, "Maaaaassss, mama juuuugaaaaaaaa", teriaknya, kakinya kuat2 dipunggungku merangkulkan dan cengkeramannya juga membuat sakit punggung saya. Saya juga akhirnya menjatuhkan diri di sampingku mama dan terengah-engah sama2 kelelahan. Setelah kita mulai napas secara teratur, sementara ia memeluk Mom berkata tampaknya berbisik dekat telingaku. "Enaaak .. maaaaaasss?" "Maaaah Jadi baik.". "Saudara, jangan biarkan orang tahu tentang hal itu yaaaa? Anda selalu dapat menjaga rahasia kita ya," kata mama. "Ya maaah". "Dan satu hal lagi ..." kata Ibu sambil menatapku tajam. "Apa itu Maaah?" "Itu punya mama. Apakah kamu kasihkan ke orang lain kan?", Dia berkata sambil meraih penis saya lagi tidur lelah dan membelai elusnya. "Janji ya .. saaaayang?", Dia menambahkan. "Selama ini semua baik bagi saya ya Maaah.", Kataku sambil meremas vagina saya kueluskan dibelahan mama dan mama vagina yang masih basah dengan air maniku. Akhirnya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar, "Buuuu ... sendiri makan siang!". Rupanya ketukan dari pembantu karena itu 09:00. Setelah itu, mama selalu tidak pernah melewatkan kunjungan di Bandung atau jika mama tidak hadir, maka akulah yang datang ke Jakarta.

Recent search terms:

  • cerita bokep mom
  • cerita mama nakal
  • Bokep permainan ibu ibu nakal
  • mamaku yg nakal
  • mamaku yang nakal
  • mama ku yang nakal
  • cerita seks mamaku nakal
  • cerita seks kuluman ibuku
  • cerita dewasa mama nakalin
  • cerita dewasa aku dan mama nakalku
author