CERITA DEWASA NGENTOT IBU MUDA

5147 views
banner-pasarliga

CERITA DEWASA NGENTOT IBU MUDA

CERITA DEWASA NGENTOT IBU MUDA Namaku Deenee, saya berusia 28 tahun dan saya bekerja freelance di beberapa media elektronik di Jakarta. Pada hari minggu di awal tahun ini saya berniat untuk mencuci mobil di garasi Langganan cuci.

18

Hampir setiap minggu, saya selalu mencuci mobil di garasi. Jadi ada beberapa pelanggan yang saya tahu dalam workshop ini, salah satunya Ibu Nisa. Ibu Nisa berusia 48 tahun, wajahnya tidak cantik tapi sensual menurut saya, wajahnya sekilas mirip dengan pemain Nunung Srimulat, tinggi sekitar 165cm dan berat badan proporsional terhadap tinggi, kulit tan, payudara yang cukup besar, rambut panjang menyentuh pinggang dan ramping tubuh dan ramping. Tidak mengungkapkan jika Ibu Nisa sudah memiliki dua anak berusia 15 tahun dan 10 tahun.

Sex Tante | Info ini saya dapat dari sering saya berbicara dengan dia ketika kami bertemu di bengkel. Hari itu kami bertukar nomor ponsel dan berjanji untuk tetap berhubungan dan janjian jika Anda ingin mencuci mobil. Singkatnya beberapa minggu ke depan kita selalu membuat pakta ke garasi untuk mencuci. Aku ingat Selasa, 29 Januari, 2008 sekitar pukul 10.pagi, ponsel saya bergetar dan saya menerima pesan teks dari Ms. Nisa mengatakan bahwa Ms. Nisa meminta bantuan saya untuk menjemputnya di bengkel pelanggannya di daerah Cipete karena mobilnya mogok. Saya setuju dan mengatakan itu akan tiba dalam waktu kurang lebih satu jam.

Sesampainya di bengkel Ms. Nisa naik, hari ini saya Nisa mengenakan ankle-rok panjang hitam, kemeja warna cream stretch, digelungnya rambutnya yang panjang sehingga membentuk sangguk datang dari sederhana.

"Hari ini ada acara Dee?", Ms. Nisa bertanya.
"Ada bu, mengapa?", Aku bertanya, berputar.
"Bantu aku, O antera ke kantor, jika Anda dapat sore Ibu ingin pulang ke rumah bersama-sama."
"Ok bu", aku tersenyum.

Aku melaju Ms. Nisa ke kantornya di Senayan, maka saya pergi untuk sampai ke tempat saya bekerja. Sore saya menerima SMS yang meminta Ms. Nisa kesediaan untuk mengambil ke kantornya. Saya langsung setuju untuk menjemputnya pukul 16.30. Sepanjang jalan aku membayangkan berhubungan seks dengan Ibu Nisa cukup berpikir. penisku menjadi tegang membayangkan hubungan seksual. Segera Ms. Nisa telah dengan saya di dalam mobil.

"Anda ingin temenin Belanja modal ga Dee", tanyanya.
"Ingin bu", jawab saya singkat. Kemudian saya langsung pergi ke supermarket di daerah Mall Pondok Indah.

Kemeja tombol atas terbuka ibu Nisa membuat belahan dada yang besar terlihat saat ia membungkuk bahan makanan di rak bawah. Saya taksir ukuran 34 tapi entah bagaimana dengan secangkir B nya, C atau D.

"Dee Anda ngeliatin apa ampe kaget," sela pikiran saya.
"Eh..ngga bu", jawab saya gugup.
"Apakah bo'ong ... harus telah bermain-main ibu kemeja ya", katanya sambil mencubit pipi saya.
"Out kebuka, jadi saya sengaja Melihat bu", jawab saya singkat.
"Nakal kamu ...", katanya tersenyum sambil menekan bajunya tapi tidak mengancingkannya.

Singkatnya saya tiba di depan rumahnya Nisa dan menurunkan semua belanjaan di rumah. arsitektur minimalis sedikit rumah dan pekarangan tampilan rapi membuat suasana sejuk. Ibu Nisa yang ditawarkan untuk mampir dan melayani minuman dingin, kemudian pamit untuk berganti pakaian dan membersihkan diri.
Segera Ms. Nisa keluar mengenakan celana pendek dan tank top T-ketat dan membuat payudaranya sedikit mencuat dari bajunya. Rambutnya keriting rapi.

"Koq sepi bu neraka rumah, di mana anak-anak?" Saya bertanya.
"Ya anak-anak lagi nginep di rumah neneknya, pembantu lain, memasak di dapur belakang", katanya.

Ibu Nisa membiarkan saya ke ruang tamu bisa bicara sambil menonton televisi. Ibu Nisa adalah seorang janda yang kehilangan suaminya beberapa tahun yang lalu dan diteruskan bisnis warisannya tumbuh manajemen waktu.

"Saya Bu maaf, makan malam sudah siap," kata ajudan.
"Mari kita makan dulu Dee, ibu tahu Anda tidak akan makan nite", tanyanya, mengambil tangan saya dan membawa saya menuju meja makan.

Singkat cerita setelah makan malam, aku kembali duduk tv diruang dan memicu baru DVD American Pie yang saya pinjam dari seorang teman kantor. Ibu Nisa sedang duduk tepat di samping saya. Bau manis parfum benar-benar menggoda birahiku keinginan. penisku perlahan mulai kaku dan mengeras. Aku duduk di tepi sofa dan tiba-tiba Bu Nisa bersandar ke saya.

"Ibu Eh .." kataku gugup. Ibu Nisa hanya tersenyum dan menarik lenganku pinggangnya.
"Pa-pa Ndak Dee saya nyender ini?", Tanyanya.

Aku mengangguk ciuman di keningnya. penisku semakin tegang dan keras. Ibu pernah menyentuh lengan Nisa.

"Bete 'ade'mu keras pula Dee?", Dia bertanya, mengelusnya lembut.
"Setelah Ibu aroma nafsuin neraka", jawabku singkat.

Ibu Nisa berdiri dan dihadapkan ke arah saya.

"Anda dapat aja, dah khan 48 ibu Dee.", Katanya.
"Ya ibu dah emang 48 tapi masih cantik dan nafsuin", aku tertawa.

Ibu Nisa mencubit pahaku. Aku meletakkan wajahku lebih dekat ke bibirnya dan mencium pipinya. Ibu Nisa tidak menolak maka saya mencium lembut bibir. Ibu Nisa mencium. Saya memberanikan diri Ibu Nisa merasa punggungnya dan merasa celana saya.

"Penis Anda begitu keras ngacengnya Dee", katanya, membelai penisku dari luar celana jeansku.
"Ternyata ibu terlalu besar," kataku lembut menggosok dan meremas payudaranya. 34 dengan secangkir berukuran payudara DD.
"Sss ... Deee ... teruuss remes mengatakan ..", desahnya menikmati pijat tangan saya di payudaranya.

Tangannya membuka ikat pinggang saya, kancing jeans dan celana retsuliting jeansku. Bergerilya underwearku tangannya.

"Mmmm ... Ms. Nisa mengerikan ...", aku mendesah, tarik ke bawah celana saya.

Ibu Nisa melepas tank top dan melihat payudaranya yang besar dibungkus bra hitam berenda. Saya kagum pada usia terawat, kulit yang bersih dan payudaranya masih kencang. Mungkin karena senam BL dijalaninnya rutin setiap minggu.

"Sexy ibu benar-benar.", Kataku padanya dan merogoh bra-nya. Aku segera menjilat payudara dan putingnya gigitan kecil cokelat.
'' Ouuuuhhhh Deeee ... isep mengatakan ... menjilat puting Deee .. Aahhh ... sss ", dia mendesah, memeluk kepala saya.

tangan Nisa ibu merogoh celana saya dan membelai penisku.

'' Dee Ohh ... besar penis ya Anda ", katanya sambil terus membelai penisku membelai.

Ukuran penis saya tidak terlalu istimewa, saya tidak pernah diukur panjangnya hanya sekitar 18 sentimeter panjang dan 6 cm lingkaran.

Ibu Nisa terus membelai penisku dan tangan saya mulai merogoh celana pendek dan menemukan Mrs. Nisa mengenakan hitam G-string. Kuraba vagina berbulu setelah dicukur tipis. Kuraba saya bermain vagina dan klitorisnya.

(Lihat juga: cerita seks ibu Likha)

Ibu Nisa mendesah dan cepat mengocok tangannya di penisku. Kurebahkan tubuhnya dan membuka celananya, tali kugeser G-string dan hanya lidahku menjilati dinding vagina dan klitorisnya sesekali bermain.

"OOhhhhhh ... ssssshhhhh ... nikmattttt ... Deee ... katakanlah ... menjilat menjilat ibu vagina terus, '' katanya.
Aku terus melumat vagina dengan lidah saya dan sesekali menghisasp klitorisnya.
Tubuh ibu Nisa menegang, kakinya menjepit kepala.

Setelah sekitar 10 menit dari ibu Nisa mendesah dan mengerang nikmat, tiba-tiba bergetar dan menegang.

"Deeee. .. Ibu akan keluarrr .. Aaahhh ... YYEESS .. Deee ',' dia menghela napas, setengah berteriak. Tubuhnya gemetar, tangannya memegang kepala saya agar tetap di dalam vagina.

Aku terus menjilati vaginanya.

"Duhh ... Deee, geli mengatakan ... auuuww .. .ngilu mengatakan ... aahhh '', tubuhnya terus meronta dan lidah bersemangat untuk menyelesaikan permainan.

Aku senang Ms. Nisa semakin sengsara dengan kesenangan mereka sendiri. Ibu Nisa terus berjuang liar.

Dan akhirnya,

"Deee. .. Ampunn mengatakan ... ibu sakit ndak sangat kuat ...", desahnya.

Saya menyelesaikan permainan lidah saya di selangkangannya.

Aku berdiri dan tersenyum, Ms. Nisa terbaring lemas, tersenyum dan mencubit pahaku.

"Kamu nakal benar-benar Dee, sudah meminta maaf tetap aja diterusin", katanya manja.
Ibu Nisa mengatakan kepada saya untuk duduk di sofa dan membuka celana saya. Tangannya masih terbungkus celana penisku dan sesekali menciumnya.

"Ouuhhh bu ... Aku membuka celananya aja ya." Aku berkata, merobohkan underwearku.

Ibu Nisa mencium dan menjilat ujung kepala penisku dan tangan terus membelai dan memijat penisku.

"AAAHHHH ... ibu ... ya ...", aku mendesah ketika Ms. Nisa mengulum dan menghisap penisku dan memainkan lidahnya di sekitar batang dan kepala penisku.

Ketika tanganku menyentuh kepalanya hendak memegang tangan saya.

"Kamu diem aja Dee.", Katanya sambil terus menhisap dan menikmati penisku.

Aku hanya bisa pasrah menikmati permainan mulut seorang wanita untuk sisa Ms. Nisa.
Ibu Nisa terus mengisap ayam dan menjilati bola saya dan, kadang-kadang menjilati lubang pantatnya tanpa jijik. Tergelitik tapi aku menikmatinya.

"Oouuhh sepongannya bu-benar luar biasa ... aahhh .. sshhhh ... mmppphh", aku mendesah.
"Kamu ****** lumayan Dee.", Katanya dan kembali ke permainan mulutnya di penisku.

Setelah beberapa waktu,

"Dee kau tidak keluar katakan? '' Tanyanya sambil mencium bibirku.
"Aku agak lama jika disepong debit bu ...", jawab saya, menggosok payudaranya.

Ibu Nisa membuka celana dalamnya dan mengangkangi saya. Tangannya menuntun penisku ke vaginanya. Tubuh ibu Nisa mulai naik dan turun dan kadang-kadang bermain pantat.

"Ouuuhh ... Dee. .. Mengerikan ... ssshhh. .. Aahh .. Yess. .. Isep tits ibu mengatakan ..", tanya dia dengan nikmat.

Aku menanggalkan bra dan diposting dua bukit kembar yang menantang siap untuk bermain. Kujilati meninggalkan menempatkan kuhisap kecil sesekali dan menggigit tangan saya sambil mengusap dan meremas payudaranya benar. Saya lakukan bergantian.

"Aaaahhhhh ... mmmpphhhhh ... Deeee ... Aku senang ... enaakkk ..", keluhnya sambil terus meningkatkan dan tubuh bagian bawah.

Setelah beberapa saat, aku membawa dia dan di atas karpet.

"Deee ... ibu entot mengatakan. ****** Deee Anda benar-benar luar biasa," katanya lembut.

Lalu aku menggigit tubuh saya miring sedikit miring sehingga penisku dan vagina bermain dengan kepala penisku, kadang-kadang kuhujamkan seluruh penisku ke dalam vaginanya.

"Deee..kamu gila ... diapain ibu pus mengatakan .. aaahhh .. yummy ...", dia mendesah sambil meremas memeras pantatku.

Sesekali matanya yang terlihat hanya putih saja.

"Nisa Bu ... sshhh ibu vagina hanget benar.", Jawab saya sambil terus mendorong tubuhnya dengan irama yang teratur.
"AH Deee ... terus mengatakan ... Ahhh," dia mendesah, setengah menjerit ketika saya mulai mendorongnya sedikit lebih cepat.
"Deee ... Ahhh ibu ga kuat. .. Oouuhhh. .. Saya ingin keluarga panas .., Arghhh ... Dee terus entot aku ... Ya .. ya ...", dia menangis bersama dengan tubuhnya menegang dan bergetar menandakan Ms. Nisa mendapatkan klimax mendukung kedua kalinya.
"Oohhh Deeee ... kau gila. Ibu Pussy sebelumnya diapain katakan?", Tanyanya.

Aku hanya tersenyum dan kubimbing dan memintanya untuk sedikit aku mengangkat perut dan pantat dan kaki sedikit terbuka. Aku berlutut di belakangnya dan pintu masuk kubimbing ke lubang vagina penisku masih berdenyut-denyut akibat orangasmenya sebelumnya.

Hanya setengah dari kursus saya bermain penisku di dalam liang sukacita. Setelah beberapa waktu. Aku setengah berdiri luntutku tikungan kembali dan vagina lubang tindik dari belakang dengan penisku. Saya lakukan dengan ritme dan perlakuan yang sama seperti sebelumnya.

"Deee .. .you gila ... Enak benar-benar mengatakan ... ****** Anda merasa benar-benar mengatakan. Oohhh ... terus mengatakan ... keluarin sayang ... keluarin. .. .. Entot Aaahhhhh saya katakan ... uhhh ... seperti ini jika aku bisa nagih Dee ... ouuhhh mengerikan ... terus Dee Dee .. vagina entot i ... Uhhhh mengerikan telanjang kamu ma ... penis Anda deee ... yummy .. ", Ibu Nisa terus meracau dan tangannya meremas bantal keras diambil dari atas kursi.

Merasa penisku akan mencapai puncaknya.

"Ouuhh bu ... saya ingin keluaarr ... aaahh ...", aku mendesah. Tiba-tiba Bu Nisa melepaskannya dan segera berbalik dan ibu jari menekan ujung bawah kepala penisku keras.
"Bu ... ahhhh sakit ...", aku mendesah, menjerit, meringis dengan rasa sakit yang ekstrim.

Ibu Nisa tidak melepaskan tekanan jari untuk napas dan tubuh saya santai.

"Mengapa Ibu? Penggunaan koq menandatangani ****** saya ... mati rasa benar-benar!", Aku bertanya, ingin tahu tentang apa yang dia lakukan, Bu Nisa hanya tersenyum dan mengatakan kepada saya untuk menidurinya lagi.

Kubimbing tubuh membentuk posisi doggy style, kemudian kumasukan ayam liang ke dalam surga.

"Dee Dee ... mmpphhh ... ... apaan saya ... ahhh ... mmmm Deeee", desahnya.

Kepalanya bergerak rambut tidak teratur meringkuk rapi terlihat mulai berantakan.

"Aaahh ... aauuhhh ... Dee Dee ...", jaritnya ketika rambut sedikit kujambak bersamaan dengan masuknya ke dalam vagina dengan penisku keras.

Kugenjot terus liang vaginanya sementara rambut sesekali panjang ditarik dan kujambak perlahan seperti memegang tampuk kuda. Segera saya mulai merasa penisku menegang dan akan memuntahkan lahar panas.

"Nisa Bu bu ... saya ingin keluar. Aahhh Aku ga tahan lagi ... aaahhh ... ibuuu ...", aku mendesah. Ibu Nisa melepaskan penisku, berbalik dan berlutut di depan saya.

mulutnya langsung menghisap, menjilat, dan rekan-mengocok penisku.

Tiba-tiba saya bergetar tubuh dan, "cret cret cret ...".

"Oohh ... Aku tahu bu ... Ahhhhhh ...", aku mendesah, setengah berteriak berbarengan dengan sperma di muncratnya mulut Ibu Nisa. Kedua tangan memegang lehernya dan menggigit rambutnya.

Air tumpah cum di mulutnya dan sebagian terganggu selama menetes dari bibirnya. Cum menelan semua air dan Ms. Nisa menjilati sperma sisa masih menetes dan membersihkan penis saya dengan lidahnya.

Aku merosot di sofa dan keringat menetes dari tubuh saya. AC diruangan merasa seolah-olah Anda tidak merasa dingin karena panas dari permainan sebelumnya. Aku benar-benar tidak berpikir jika Ms. Nisa akan menelan semua sperma yang saya keluarkan, saya hanya bisa tersenyum dan memeluk tubuhnya terbaring lemas di pangkuan saya.

"Terima kasih ya Bu ... benar-benar luar biasa." Aku berkata, mencium dahinya.
"Saya juga berterima kasih ya say ... saya sudah ndak lama ML seperti ini karena suami ada ibu ndak ini. Kau gila Dee ... ****** Anda benar-benar luar biasa ..", katanya dan menciumku dan penisku.

Tak terasa sudah pukul 22:30, itu berarti hampir dua jam kami memacu keinginan nafsu.

Aku meninggalkan rumah dan dihargai dengan pelukan dan ciuman dari Ms. Nisa. Dalam perjalanan pulang alu menerima isi pesan teks,

"Permainan Anda gila Dee ... Ibu cinta. Jika nagih bagaimana nich?" Dan saya menjawab,
"Yah ibu hidup sms telepon ATW saya menulis kita bisa membuat ga pakta jika kita berdua sibuk."

Ibu Nisa setuju dan dalam waktu 10 menit aku sampai di rumah.

Hari berikutnya aku bertanya kantornya untuk mengambil deposit yang disimpan di meja resepsionis. Aku membuka deposit ternyata Mrs. Nisa memberikan jam tangan merek Levi aku bermimpi dan saya ucapkan banyak terima kasih melalui SMS karena dia pertemuan.

Recent search terms:

  • cerita dewasa ibu muda
  • ngentot ibu muda
  • cerita selingkuh ibu muda
  • cerita ngentot ibu muda
  • cerita dewasa ngentot ibu binal dan nakal
  • cerita seks mama muda
  • cerita dewasa ngentot mama muda
  • crita slingkuh dg ibu2 muda
  • Ngentot ibu ibu
  • cerita sek ibu ibu muda
author