CERITA JANDA BISPAK BELUM PENGALAMAN

2933 views
banner-pasarliga

CERITA JANDA BISPAK BELUM PENGALAMAN

CERITA JANDA BISPAK BELUM PENGALAMAN Perkenalkan Dengan nama saya. Saya bekerja di sebuah perusahaan di kawasan segitiga emas di Jakarta. Sebagai pengawas, saya sering bepergian ke luar kota untuk mengunjungi klien dan mengontrol penjualan. Nah, suatu hari aku terjadi untuk mendapatkan izin untuk pergi di sore hari karena malam sebelum aku sedang bertugas di luar kota.

19

Sekitar pukul 10.00, pintu kamar kostku disadap oleh Bi Minah (penjaga kos).

"Mas, ada" sebut Bi Minah dari balik pintu.

Malas aku bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu. Eh .., di belakang Bi Minah berdiri Ati, teman sekantorku. Memang, dia berugas di bagian pemasaran sehingga bisa bebas keluar dari kantor.

Setelah Bi Minah pergi, saya menyilakannya masuk.

"Apa yang sedang terjadi?" Aku bertanya sambil mengusap nya mata-ucek.

Maklum, tadi malam saya tiba di Jakarta sekitar pukul 02.00 subuh.

"Tidak, hanya ingin bermain," katanya, tersenyum.

Setelah mengobrol sekitar-chatting tentang suasana kantor, saya meminta izin untuk mandi.

Sementara di kamar mandi, aku terus berpikir apa yang kita tiba-tiba dia datang ke Kosku. Selama ini saya hanya mengenalnya sepintas dan itu hanya basa-basi. Tidak sombong, tapi dia tidak laki-laki saya segera. Jadi, jarang bertemu. Tapi, jujur saja, Ati diklasifikasikan cantik. kulit putih, gigi yang teratur, ditambah rambut hitam sebahu, siapa pun akan mengakui kecantikannya. Belum lagi dada dan pantat memang fantastis.

Setelah mandi, aku bergegas kembali ke kamar. Rupanya, dia sudah duduk di tempat tidur, membaca majalah. Pikiran pekerjaan kotor saya segera,

"Pasti ada keinginan ya". Alasan akan mengambil pakaian yang tergantung di pintu belakang, aku menutup pintu dan menguncinya.

Sedetik kemudian, aku duduk di tempat tidur dengan dia.

Saat chatting, perlahan-lahan aku meletakkan wajahku ke wajah. Dia diam dan tidak mencoba untuk melarikan diri. Segera, bibir dan ternyata tanggapannya kulumat mengejutkan. Ati mencium penuh gairah dan bibir lebih terbuka saat bermain lidahku di mulutnya. Juga kami berpagutan cukup lama, dan jelas burung saya telah memberontak hendak keluar dari sarang. Ketika kita mencium, dia berbisik bahwa dia mencintaiku.

Sementara lidahku bawah leher panjang dan harum, tangan segera merasa dada kenyal. Dia tak tega ketika tangan meremas payudaranya di balik blus putihnya. Lembut melepaskan satu per satu tombol dan payudara menyembullah terbungkus bra putih. Dengan ukuran 36B, payudara yang tampaknya akan ingin menumpahkan keluar dari kubah bra-nya.

Segera aku mengubur wajahku ke dadanya. Ati lebih mendesah dan meremas-remas rambutnya. Kujilati dada dan aku turun gunung dengan adik lembut. Dengan mulut saya, saya membuka cup bra dan tangan kiri membuka bra kait di punggungnya. Rupanya, sangat menyenangkan kelembutanku dia. Ati tertawa, membelai rambutku.

Melihat payudara menarik Atik dengan puting coklat muda. Tidak berapa puting besar, tapi lingkaran puting benar-benar membuat saya bersemangat. Lebar dan benar-benar bulat sempurna. Segera kukulum puting dan kadang-kadang menggigitnya dengan mesra.

Ati tumbuh liar dan tubuhnya terdorong ke belakang jatuh di tempat tidur. Memfasilitasi pengembaraan. berbohong, aku lebih bebas menghisap kedua payudara. Dengan kedua tangan, kedua kutangkupkan bukit indah dan ternyata menjilati lidah saya. Kombinasi lidah dan meremas permainan saya ternyata membuatnya bahkan lebih bersemangat.

"Terus terang, Mas .., pada .., oh enaknya ..", desisnya. Lembut payudara yang sebelumnya selanjutnya menegang puting dan rakus kulahap. Tangannya semakin membenamkan wajah saya ke payudaranya.

Ati kemudian menjatuhkan perutku dan jarinya masuk ke celana saya. Selangkangan-bahkan memijat pijat nya. Meskipun saya telah tegang, tetapi hanya 70% tegak ayam. Tidak sombong, tapi aku panas cukup lambat. Aku segera melepas celana saya dan bebas tangan mengocok penisku. Tampaknya deh selangit, antara geli dan lezat. Meskipun tidak tergolong besar (panjang 15 cm, diameter 4 cm), tapi penisku sudah cukup prima stamina.

Aku tidak mau kalah dan mulutku mulai menuju perutnya. lidahku berhenti di pusarnya dan aku memasuki pusar lubang dengan lidah. Ati pinggul terangkat dan mendesah lebih keras. Lalu tangan kananku mencari ritsleting rok dan ke bawah. Kupelorotkan rok Mini hijau dan aku menciumnya paha putih merangsang. Mulai dari belakang lutut, sampai akhir kejelajahi paha lembut. Ati terlihat menggigit bibir sementara melek matanya rem keenakan.

Ketika saya mencium pangkal pahanya, melihat beberapa bulu halus menyembul keluar dari celana satin hitam. Perlahan-lahan, tepi bor saya kujilati dari celana dalamnya dan klitorisnya. Rupanya, sensasi dengan dia kukulum cara klitoris ketika mereka memakai pakaian begitu suka. Desis napas bercampur Ati semakin mengejar semakin membuatku gila. Dengan bernafsu kujilati seluruh vagina merah muda. Saya lidah atas dan ke bawah sepanjang aroma vagina dan saya bermain dengan lidah gerakan liar saya di lubang kemaluannya.

Setelah sekitar 5 menit, itu vaginanya yang indah itu basah dengan lendir dan dengan bersemangat semakin kujilati. Lalu, tiba-tiba Ati menarik lenganku ke atas.

"Ayo Mas, Ati sudah tidak tahan. Masukkan dong Mas ..", pintanya dengan mata memohon.

Dia segera melemaskan paha dan vaginanya terlihat sangat menggoda.

Saya langsung diarahkan penisku ke lubang vaginanya. Sambil memeluk erat-erat, perlahan-lahan aku mendorong penisku memasuki vaginanya. Pada awalnya agak lamban, namun Ati mendorong pantatnya. Akhirnya, dengan beat lembut seluruh ayam berhasil masuk. Ati Vagina bulu lebat merasa menggesekkan bagian atas penisku dan membuatku lebih terangsang. Sekali di dalam vagina liang, ayam segera dilipat dan menjadi keras.

"Oh, Mas .., Anda mengerikan. Semakin besar dalam ..", desahnya.

bibir kulumat langsung dan pinggul serempak untuk mendorong penisku kembali dan sebagainya. Alamak enaknya! Bagian dalam vagina erat mencengkeram penisku tak henti-hentinya kugesek-grit di bibir vaginanya. "Benar-benar nikmat nih cewek", pikirku. Ati diimbangi gerakan dengan memutar-mutar pinggul.

".. Slap, menampar ..", suara penisku dalam ayunan penuh ke dalam vagina terdengar begitu manis.
"Terus Mass .., pada .. ah .., lezat ..", dia menangis sedikit.

Saya mendapatkan horny dan mempercepat gerakan penisku. Aku menatap wajah cantik Ati sekarang penuh dengan keringat dan mulutnya setengah terbuka. "Kubikin Anda bahagia Ati", bisikku. Dia hanya tersenyum dan lebih mempercepat gerakan pinggulnya. Seandainya aku melirik penisku beraksi memasuki liang Ati kenikmatan. Aku mulai terangsang.

Ati payudara bergerak naik dan turun dalam irama yang berpuncak nafsu makan. Tidak lama setelah itu, kaki dilingkarkan di pinggang saya dan menjepit erat. Wajahnya memerah dan matanya sedikit tertutup. Sekali lagi bibirnya digigit sendiri dan tangan mendorong pantatku untuk masuk lebih dalam. Semakin saya mengubur penisku dalam. Saya tangan meremas-remas payudaranya. Beberapa detik kemudian pantatnya terangkat dan meremas kakinya erat sampai aku sulit bernapas.

"Aaahh ..", dia menjerit dan tubuhnya menegang.

Rupanya dia sedang mengalami orgasme. Ayam pus basah oleh cairan. Tapi, aku melepas penisku tidak menghadapi mencubit vaginanya.

"Kau hebat Mas", katanya di sela-sela napas mendesah.

Aku mencium bibirnya dan langsung saya angkat kaki tinggi-tinggi sampai ke dadanya. Dengan kugenjot bersemangat lagi pus.

"Aduh .., istirahat selama dong Mas ..", dia menangis pelan, tersenyum.

bibir segera kusumpal dengan mulut dan gerakan yang lebih kupercepat ayam memasuki lubang vaginanya. Gelinjangnya semakin liar. Sekitar 5 menit kemudian, dia mengerang lagi. Saya juga tidak tahan.

"Dalam kegiatan Mas", bisiknya mesra. Kupercepat gerakan penisku di dalam vagina dan ..,
"Crot .., Crot ..", vagina kubanjiri dengan kentalku sperma. Kami berpelukan erat sambil melakukan french kissing.

Ati meletakkan kepalanya ke dada saya, membelai penisku.

"Great Anda ya Mas, saya sudah saya sangat puas," katanya dengan senyum manis.

Karena membelai, penisku bangun lagi. Ati memahami dan langsung berubah mengisap penisku di mulutnya. Hebat deh, tidak bersentuhan dengan gigi! tangan kanannya mengocok penisku, sementara mulutnya dengan rakus menjilati kepala penisku. Wow, sekali terasa lezat, saya tampaknya terbang di langit ketujuh.

Sabar, saya langsung duduk dan mengangkang dia segera. Kami juga cinta lagi dengan antusias. Dengan suara gemuruh, ia memompa penisku naik dan turun. Di depan mata saya, keindahan payudara bergerak naik dan turun dan segera kulahap kedua. Dia mulai marah, dan kedua tangan diangkat di kepala.

"Berkatilah .., memberkati .., bles ..", semakin cepat pompa penisku.
"Unison yuk", katanya.

Akhirnya, dia memelukku erat, dia menjambak rambut saya dengan mata tertutup rapat. Kali ini saya tidak ingin terus-nya kembali lagi, dan segera kusemburkan sperma sekali lagi. Ati tubuh melengkung kembali digelar kesenangan tiada tara mereka. Beberapa detik kami merasa di udara. Melilit tubuhnya membasahi kami berdua. Sejak itu, kami selalu mengulangi hubungan seksual dengan indah, baik di tempat-tempat Kosku, di rumah atau di hotel Ati yang kami sewa.

author