CERITA MESUM DIENTOT GURU CABUL

2818 views
banner-pasarliga

CERITA MESUM DIENTOT GURU CABUL

CERITA MESUM DIENTOT GURU CABUL kali ini saya akan memberitahu seks saya dengan pengalaman guru saya sendiri bahwa ketika ujian kelas. Ya, ketika itu kenaikan kelas tes kelas XI ke kelas XII, saya sendiri mengambil jurusan ilmu.

51

Sebenarnya, saya merasa cukup memiliki kemampuan dalam mayoritas pelajaran, itu hanya menjadi momokku adalah pelajaran sejarah. Aneh bukan? Saya jurusan IPA tapi masih mendapat pelajaran sejarah. Ya itu kebijakan kurikulum di sekolah. Tak pelak Saya masih harus belajar sejarah.

Yang menjadi momok utama dalam pelajaran sejarah adalah memori. Bayangkan saya harus menghafal perang kemerdekaan, karakter dan proses. Ya Tuhan! itu adalah momok bagi saya. Meskipun guru sejarah yang sebenarnya di sekolah cukup juling.

Namanya Pak Ahmad, hanya 27 tahun dan adalah PNS yang baru diangkat. Mengajar sejarah dengan metode yang tepat, tapi karena saya sudah dari awal tidak suka sejarah, masih saya ngeblank.

Kembali ke topik utama, karena itu adalah hari Sabtu, hari terakhir tes promosi kelas, dan tentu saja menu adalah pelajaran sejarah. Ujian itu sendiri dimulai pukul 10.00, bergantian dengan yunior X, sementara para senior XII telah menyelesaikan UNAS nya.

Sejak awal saya sudah merasa pasrah untuk ujian ini karena tidak peduli seberapa keras aku belajar, masih semua materi tidak ada yang bisa mengerti, jika ada dinding besar di otak saya. Merasa tidak bisa lagi berkompromi dengan otak saya, saya akhirnya punya pikiran licik. Bagaimana dengan menggunakan metode "kepuasan seksual".

Saya merasa metode ini berisiko, bagaimana jika ternyata Mr Ahmad bukan tipe yang mudah tergoda dan bukannya melaporkan saya ke kepala sekolah, atau aku akan ditendang keluar dari sekolah ini. Tetapi jika aku terus bergantung pada "otak dengan tembok besar" saya, saya diancam tidak kelas yang saya pikir tidak banyak arti yang berbeda untuk putus.

Akhirnya berbekal alamat, 07:00 saya mengendarai mobil saya ke rumah Pak Ahmad. Sesampainya di sana, saya langsung mengetuk pintu.

"Selamat pagi," kataku, mengetuk pintunya.

"Ya, siapa di sana?" Sebuah suara Mr. Ahmad menjawab.

"Nindy Pak ini, saya ingin berkonsultasi dengan momen masalah materi sejarah" Saya mengatakan kepadanya alasan saya dibuat-buat dan penuh strategi.

"Oh ya, masukkan Nindy" Mr. Ahmad berkata sambil membuka pintu. Saya melihat Pak Ahmad mengenakan seragam krem PNS khas.

"Maaf pak, saya pagi di sini, saya ingin bertanya sedikit tentang sejarah dari masalah ini, saya masih bingung"

"Oh ya silahkan duduk Nindy, dimana bahan yang masih bingung?"

"Paket ini, materi tentang peristiwa kembali dari Belanda ke Indonesia setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, sebenarnya apa yang dimaksud oleh Belanda kembali ke Indonesia pak" Saya mulai berbasa-basi untuk menjelaskan kebingungan saya yang benar-benar saya dibuat-up sementara saya mendapatkan sedikit rok kenaikan gaji seragam pramukaku untuk mengungkapkan lumba-lumba tato di paha.

"Wow Anda punya tato lumba-lumba ya, seperti Luna Maya menulis" Pak Ahmad nyeletuk ketika ia melihat tato saya.

"Pak Ahmad ketagihan porno juga ya, bagaimana bisa tahu apakah Luna Maya memiliki paket lumba-lumba tato, hehehe" kataku sambil tersenyum, rupanya Pak Ahmad hampir tertangkap dalam strategi saya.

"Ah kamu bisa saja berbohong, nin, setiap orang yang tidak suka Luna porno Maya, dia cantik lagi, benar"

"Jika nindy cantik yang sama di mana pak? Nindy pasti cantik, kan? Hehehe"

"Emang apa untungnya mengatakan kau cantik?"

"Ayah ingin apa itu? Apa ayah menginginkan Nindy pasti taat, tapi Nindy juga ingin bonus ya pak"

"Persetan bonus Nin? Jika Anda bertanya kepada saya juga meminta bonus bonus dong"

"Hmm, Mr. Ahmad tidak ingin kehilangan ya, kalau aku meminta nilai tetap Historical Pak baik saya, saya benar-benar masih tidak mengerti masalah History '

"Ooh, itu mudah jika masalahnya adalah, itu adalah bahwa Anda pergi pertama sekarang, nanti setelah ujian Anda ke ruang staf ya bertemu dengan saya"

"Ya pak"

Setelah itu, saya langsung pulang ke rumah karena waktu ditunjukkan pada pukul 07.30, masih terlalu dini jika ke sekolah. Sebenarnya dalam hati saya masih bertanya-tanya apa yang dimaksud Pak Ahmad menelepon saya setelah selesainya tes. Tapi ah sudahlah, ujian sejarah saya penting untuk mendapatkan nilai yang baik.

Waktu cepat berlalu, sejarah ujian yang sangat sulit itu selesai. Jam menunjukkan 11:30 ketika aku keluar dari ruang ujian. Tanpa penundaan, aku menuju ke ruang guru dan menemukan Mr Ahmad.

Mr Ahmad saat itu terlihat membaca koran di ruang guru karena aturan di sekolah guru mata pelajaran saya yang bersangkutan dilarang untuk mempertahankan ujian saat ini. Mungkin takut terjadi "main empat-mata", misalnya dengan memberikan jawaban pada anak didik favoritnya. Akhirnya, tanpa basa-basi aku pergi ke Mr. Ahmad.

"Maaf Pak Ahmad, ada yang saya sebut di sini, setelah ujian"

"Oh Anda Nindy, lebih baik kita menyelesaikan masalah ini di BP hanya membiarkan baik tanpa gangguan," kata Mr Ahmad sambil bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ruang sebelah ruang guru BP.

Pada saat itu, semua guru BP sudah pulang karena lagi aturan di sekolah tidak memungkinkan BP untuk menjaga guru selama ujian. Para guru yang tersisa di ruang guru itu hanya sekitar lima orang selain Mr. Ahmed dan mereka juga terlihat berkemas untuk pulang. Maklum saat ini adalah hari Sabtu dan sudah siang.

Pak Ahmad tampak bergegas ke ruang BP dan saya segera memasuki ruangan. Dalam hati saya, saya masih bingung, jika Mr Ahmad sebenarnya sudah masuk perangkapku atau Mr Ahmad bermaksud untuk memberikan "saran khusus" yang diberikan kepada saya untuk perlakuanku adalah "agak tidak sopan" ketika saya mengunjungi rumahnya sebelumnya.

Tapi pikiran dibagi juga tampak semakin dipersempit ke satu hal ketika saya melihat Pak Ahmad tampak di luar dan kemudian mengunci pintu. Yess, saya yakin Pak Ahmad telah masuk ke dalam perangkapku. Sebagai gambaran, ruang BP di sekolah ini adalah ruang tertutup tanpa jendela dengan dua kamar khusus tampak kedap suara di kamar BP.

Tentunya dua ruangan khusus yang digunakan oleh konselor ketika memberikan "saran khusus" kepada siswa yang perlu diberikan bimbingan. Sabar Pak Ahmad segera ditarik menuju satu ruangan kedap suara sampai aku merasa tangan saya sedikit rasa sakit.

"Pak Aduh, pak sakit, apa yang Anda benar-benar seperti tergesa-gesa ini?" Aku berkata dengan seringai kecil. Pak Ahmad melihat ruangan ini terkunci dari dalam tanpa menjawab pertanyaan ini. Segera setelah itu, Mr. Ahmad segera meremas payudara saya.

"Sir, apa ini?" Saya mengatakan agak sulit untuk mendapatkan.

"Sudahlah Nindy Jangan bertindak keras untuk mendapatkan, Anda ingin nilai sejarah Anda baik? Mudah, saya bisa mencintaimu selama sepuluh poin untuk menemani saya untuk tidur 3x. Yang pertama dari sekarang, madu oke?"

Aku hanya berkata-kata hanya membiarkan tangannya mulai bergerilya. Satu tangan meremas payudara saya dan sisi lain dari pangkal paha diperas. Saya pikir Pak Ahmad yang sangat berpengalaman dalam hal seks untuk tangan gerilya yang sangat terampil dalam merangsang sampai aku mulai melenguh merasakan kesenangan.

"Ouuuchhh, pak depan pak, aku milikmu sekarang"

"Hehe tenang nin, saya akan memuaskan Anda hari ini," kata Mr Ahmad dengan sesaat kemudian mencium saya dengan kejam.

Tangan Pak Ahmad mulai mencopoti tombol seragam gerilya pramukaku sementara aku tidak tinggal diam, saya membuka kancing PNS baju seragamnya.

Ketika semua kancing kemeja saya telah dibebaskan dari semua, Mr. Ahmad tidak membiarkan pergi, tapi ia malah kembali untuk merangsang pangkal paha dari luar dengan agresif sehingga saya mulai berteriak lagi.

"Aaaaah paaaaaak" Aku menjerit ketika ia merasa besar kesenangan itu. Mr Ahmad sangat terampil memancing nafsu seks saya. Tidak merasa vagina saya basah oleh cairan mulai cintaku.

Saya melihat bahwa terangsang besar mulai, Mr. Ahmad mengarahkan tangan untuk memeras kemaluannya yang sudah tegang. Sepertinya ayam cukup besar jika kuraba.

"Bagaimana sayang, sudah tidak bisa menunggu ingin dimasukkan penis, kan?"

Melihat bahwa saya hanya tidak mengatakan apa-apa ketika dia bertanya seperti itu, ia memberikan sinyal bahwa aku berbaring di atas meja. Meja di ruang khusus itu cukup besar sehingga ketika aku berbaring kaki saya masih bisa selonjor nyaman.

Ketika saya berbaring, Mr. Ahmad mulai merapikan rokku dan mulai melepas celana saya basah oleh cairan cinta.

"Wow sayang, vagina Anda sudah menyerukan untuk segera kontol papa put" Mr. Ahmad berkata sambil melepas ikat pinggangnya, ditelanjangi celanan kremnya sampai lutut dan menghapus burung dari kandangnya. Dan memang, Mr. Ahmad kontol terlihat cukup besar.

kemudian Mr. Ahmad menyodorkan penisnya di wajah saya, sepertinya harapan saya akan melakukan blow job di kontolnya.

"Ayo daddy sayang kontol dong dikulum pertama, biar mudah masuk goanya"

"Ih papa, Nindy tidak pernah meniup pekerjaan, kontol sarang bakteri, maka jika penyakit mulut masuk Nindy jadi dong, Nindy ludahin aja terus dikocok.

"Saya mengatakan bahwa Mr Ahmad hormat mungkin masih merasa nyaman. Saya belum melakukan blow job sementara aku ML, apakah itu dengan pacar saya dan dengan Anton Ricky, saudara saya (cerita seks dengan mereka berdua akan saya memberitahu Anda di bagian lain).

"Iya deh sayang, tp harus sd keluar precum ya sayang"

Saya mulai meludahi kontol Pak Ahmad dan mulai mengocok. Aku belum pernah blow job, tapi masalah kocokan kontol, aku cukup ahli. Ricky tidak pernah mencapai orgasme hanya dengan meludahi kukocok dengan metode ini.

Terbukti tak lama Pak Ahmad mulai berteriak dan precum cairan keluar dari itu. Merasa kontolnya sudah dilayani dengan baik dengan tangan dan pergi keluar precum, Mr. Ahmad mulai mengarahkan penisnya ke gua saya.

"Sayang, papa masuk ke dalam gua ya"

Aku hanya diam dengan mata tertutup sampai mulai merasa kontol Pak Ahmad mulai menembus liang kenikmatan saya. Memang, aku sudah tidak perawan dan sudah sekitar 5x ML, tapi vagina saya masih cukup lamban sehingga kontol Pak Ahmad masih cukup sulit untuk masuk liang kenikmatan saya.

"Uh lubang gua yang sempit sangat sayang, papa seperti ini"

Dengan beberapa trial and error, mulai kontol Pak Ahmad masuk ke tambang gua.

"Uuggghh pack, perlahan pak, terasa sakit sedikit"

"Ya sayang, bersabar, Anda gua sangat sempit sayang, papa kontol terasa diperes"

Dengan kesabaran, Mr Ahmad penetrasi semua batang kejantanannya ke dalam vagina. Setelah semua kemaluannya masuk, Mr. Ahmad berhenti.

"Sayangnya, mereka tidak sakit? Kalo belum mulai goyang ya papa"

"UUUGH, sudah tidak begitu sakit pak, hanya terasa vagina aja penuh"

"Ya sudah, papa genjot sekarang ya".

Tanpa menunggu jawaban saya, Pak Ahmad mulai gemetar pantatnya naik dan turun sampai kemaluannya keluar dari kebiasaan kesenangan saya. Benar-benar ketika rasanya terbang ke langit ketujuh. Selain itu, Mr Ahmad goyang sangat lembut, membuat saya merasa senang berlapis.

"Uuugghh, paaak, enaak bangeeet"

"Sayaaang, memekmuu sereet bangeeet, kontol papaa kayaaak dipijaaat" Mr. Ahmad mengatakan, terbata-bata, seolah-olah ia merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Sekitar sepuluh menit Mr. Ahmad goyang, aku mulai merasakan orgasme pertama saya dan berteriak keras.

"Aaaaaah paaaak, saya sampeeeeek"

"Keluarkaan ajaa sayaaang"

Sesaat kemudian aku merasa kencing, kencing tidak biasa-biasa saja, tapi disertai dengan rasa yang luar biasa dari kesenangan. Melihat bahwa saya mencapai orgasme pertama, Mr. Ahmad dihentikan dan menarik penisnya keluar dari vagina saya.

"Kau tahu Pak kenapa udahan?"

"Momen sayang, papa mulai kegerahan melayani perilaku liar Anda, menghidupkan AC sebelum ya papa"

Terlihat Pak Ahmad berkeringat, kemeja kremnya sampai agak basah. Aku terkejut melihat aktivitas seksual Mr. Ahmad tanpa telanjang. Hanya membuka kancing kemejanya dan tarik ke bawah celana lutut. Bahkan, ia masih mengenakan sepatunya.

"Sir, mengapa tidak dihapus aja kemejanya? Hal ini lebih cocok jika telanjang"

"Ini berjalan papa terburu-buru pulang sayang, menunggu teman".

Setelah menyalakan AC, Mr. Ahmad mulai melanjutkan aktivitas seksual. Kali ini ia mulai membuka bra dan melemparkannya. Dari bra saya memang masih di tempat, hanya kancing baju terbuka dan terkena rokku up. Daritadi pakaian saya sudah dirilis oleh Bapak Ahmad.

Setelah membuka bra saya, Pak Ahmad mulai menyusu sabar di payudara kiri saya, sementara payudara kanan saya remas-remas dengan tangan. Itu membuat saya kembali terangsang hebat.

"Aaaaah paaaaak" Aku hanya berteriak. Aku tidak tahan kegembiraan. Perlu kuacungi jempol. Dia mampu membuat nafsu seks saya naik segera.

"Paaaak, buruaaan masukiiin lagiii paaak"

Melihat saya merengek, Mr. Ahmad segera memegang penisnya dan mulai mengarahkan semua vagina saya. kali ini masuk cukup mulus karena vagina saya sangat basah oleh cairan pertama orgasme.

"Aaah, paaak, goyaaang teruuuuss".

Mr Ahmad adalah di babak kedua ini tampak bersemangat. Tampaknya tidak sabar untuk segera menyelesaikan permainan cinta ini. Saya juga merasa melek kenikmatan rem. Pak Ahmad besar kontol membuat gesekan antara bagasi dengan clit yang sangat sensasional.

Sampai sekitar lima menit kemudian, saya mulai feel'll orgasme untuk kedua kalinya.

"Paaaak, Nindy keluar lagiiiiii" Aku berteriak disertai dengan keluarnya cinta saya untuk kedua kalinya.

Tapi kali ini Pak Ahmad belum berhenti goyang, dia malah mengguncang semakin agresif sampai beberapa saat kemudian vaginanya terasa encer oleh cairan hangat.

"Aaaaah papaaa keluaaaaaar" teriak Mr. Ahmad, meremas-remas payudaranya. Merasa penisnya berkedut dan hangat semprotan cairan berulang kali.

Saya segera menyadari. Pak Ahmad tampaknya mengeluarkan sperma di dalam vagina.

"Paaak, mengapa dikeluarin di istana siiih? Jika Nindy hamil apa?" Aku berteriak protes kepada Mr. Ahmad yang runtuh di atasku. Saya tidak yakin apakah sekarang adalah waktu suburku. Tapi tetap, sperma dilepaskan dalam vagina memiliki potensi untuk membuahi sel telur.

"Maafkan aku sayang, papa kehilangan kesadaran, vagina tak berujung Anda benar-benar menyeret" Mr. Ahmad berkata pelan dan segera melumat bibirku. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan hanya berharap semua sperma mati dapat membuahi sel telur sebelum.

Setelah beberapa saat, Pak Ahmad pindah sambil mengeluarkan penisnya dari vagina. Ketika saya melihat ke bawah, tampak cairan putih keluar dari vagina saya dengan cukup berat. Rupanya itu adalah kombinasi dari cairan cinta kami berdua. Melihat itu, Pak Ahmad segera mengambil celana saya dan menggosoknya di meleleh cair.

"Paak, mengapa nya dipake bersihin CD Nindy?"

"Gak papa sayang, buat kenang-kenangan menulis, CD Anda ambil ya papa. Anda menggunakan CD papa aja ya, vagina daripada Anda dingin" Mr. Ahmad berkata sambil dilucuti sepenuhnya dari CD-nya dan melemparkannya ke arahku. Saya CD kontolnya ia digunakan untuk memusnahkan mereka bersih, maka dimasukkan kembali celananya dan merapikan bajunya.

"Kau tahu Pak, tidak menggunakan CD?"

"Ya sayang, gakpapa pula, tempur kelelahan ini digunakan lagi kontol papa. Untuk sebagian jenis kelamin kedua dan ketiga, maka papa kontak Anda melalui HP ya"

Aku agak terkesan dengan apa yang Pak Ahmad. Aku segera bangkit, mengenakan CD Mr. Ahmad tentu saja kebesaran dan menegakkan seragam saya. Sudahlah CD sedikit kebesaran-Nya, yang penting adalah tidak vagina dingin, hehehe.

Setelah menyegarkan diri masing-masing, kami segera keluar dari ruangan BP, tentu saja dengan hati-hati agar tidak ditemukan. Untungnya sekolah sudah sepi. Kami berpisah di gerbang sekolah. Aku menuju tempat parkir di samping gedung dan Mr. Ahmad keluar dari pintu gerbang ke jalan raya.

Pada pandangan pertama saya melihat sosok wanita di PNS seragam didekati oleh Bapak Ahmad. Ah Bu Rupanya Vonny. Aku mulai menyadari kata-kata Pak Ahmad sebelumnya. Sepertinya Pak Ahmad akan melanjutkan kegiatan asmara dengan Ibu Vonny. Oh well, yang penting saya bisa menjadi bagian dari yang pertama.

Recent search terms:

  • cerita dewasa guru cabul
  • cerita sek guru cabul
  • Sek guru cabul
  • cerita seks cabul
  • cerita mesum pak guru
  • cerita ngentot memancing ngentot pak guruku di kelas
  • cerita sek di entot guru
  • cerita seks aku di perkosa kepala sekolah
  • cerita seks bu vonny
  • cerita seks dengan guru cabul
author