CERITA MESUM OM NAKAL

1302 views
banner-pasarliga

CERITA MESUM OM NAKAL

CERITA MESUM OM NAKAL mulai ketika saya tinggal di paman saya di daerah Bandung, cerita kegilaan ini menghasilkan cerita ga seks biasa, yaitu ngesex dengan bibi saya sendiri yang jika Anda mengatakan tubuh yang luar biasa dari dia, memang saya sering berpikir bahwa petualang ketika saya di sisinya, bagaimana tidak, saya seringme bibi nemui ku habis mandi hanya menggunakan handuk, meskipun tubuhnya rupawan dan seksi dengan mantab dada tonjolan itu selalu terlihat membengkak sebagai belahan di sela-sela handuk menggunakan itu, semakin aku ngelihat mendapatkan terangsang saya juga kadang-kadang karena tidak ada daya dan kemudian saya berlari ke toilet untuk masturbasi.

20

Singkat cerita, di sini ceritanya, paman saya sudah menikah dan memiliki dua anak laki-laki yang lucu berusia tiga dan lima tahun, dan memiliki istri yang cukup cantik (menurut saya) berusia sekitar 27 tahun.

Awal terjadi pada Sabtu malam saya mendengar pertengkaran di rumah, yang tidak lain adalah paman dengan bibi saya. Ternyata penyakit 'gatel' om saya kambuh lagi bahwa sering pergi ke diskotik dengan teman-temannya. Hal ini sangat menyakitkan bibi saya, karena ada om saya akan mabuk dan kadang-kadang pulang bisa pada hari Minggu malam. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan di sana bersama teman-temannya. Dan pada saat itu aku hanya kami bertiga di rumah: Paman dan bibi Sis Pram.

"Gubraakkk .." suara gelas pecah menghantam pintu, hanya memukul saya, dan paman saya dengan marah-marah berjalan keluar dari ruangan. Dari dalam ruangan mendengar bibi saya berteriak,

"Mari kita tidak kembali sekalian, cepet ceraikan aku." Dalam hati saya berkata,
"Mengapa repot-repot lagi." Om Pram segera berjalan keluar dari rumah, mulai mobil dan pergi ke suatu tempat.

Di kamar, aku mendengar Bibi Sis menangis. Saya ingin masuk ke tapi takut memarahi dia (error Om Pram diberikan kepada saya). Tapi aku penasaran juga. Takut nanti terjadi Bibi Sis. Maksudku hasil kecewa di Om Pram dia langsung bunuh diri.

Perlahan aku membuka pintu. Dan aku melihat dia menangis di depan meja rias. Saya mengambil inisiatif untuk masuk perlahan sambil menghindari pecahan kaca yang singkat dilemparkan oleh Bibi Sis. Aku pergi ke dia dan diam-diam.

Aku bertanya,

"Kambuh Mengapa Tan? Om lagi?"

Dia tidak menjawab, hanya diam dan isak tangis terdengar sesekali. Sudah terlalu lama aku berdiri di belakangnya. Saat itu saya hanya memandangnya dari belakang, dan aku melihat ternyata Bibi Sis baju tidur yang cukup menggiurkan. Pada saat itu saya tidak memikirkan segala macam. Aku hanya menyimpulkan dapat mengundang Bibi Sis Om Pram, berdua saja di rumah, karena anak-anak mereka akan tinggal di rumah kakakku Bibi Sis.

Dan juga dapat mengundang Bibi Sis Om bercinta (karena baju yang dikenakan cukup menggiurkan, daster tipis, dengan warna pink dan panjang sekitar 15 cm di atas lutut). Tapi Om Pram tidak mau, ia lebih peduli dengan teman-temannya dari Bibi Sis.

Tiba-tiba Bibi Sis mengatakan, "Saya pikir Anda belum Om sayang lagi pada Tante. Sekarang dia pergi bersama teman-temannya ke depok, ninggalin Tante sendirian di rumah, apa yang Tante've tidak lucu lagi." Ketika Bibi Sis mengatakan ini, dia berbalik menatapku. Aku setengah kaget, ketika mata saya sengaja menatap payudaranya (kira-kira ukuran 34). In situ puting terlihat yang tercetak pada daster yang dikenakannya. Aku cukup terkejut menyaksikan tubuh bibiku.

Aku berhenti sejenak dan aku ingat Bibi Sis harus meminta sesuatu, saya langsung mendekati (dengan harapan untuk melihat payudara lebih dekat).

"Tante masih cantik kok, dan Om tepat pergi pada temannya. Jadi tidak perlu khawatir Tan!"
"Yeah, tapi teman-temannya itu brengsek semua, mereka pasti mabuk lagi dan main perempuan di sana."

Aku jawabannya jadi bingung. Secara naluriah Aku meraih tangannya dan berkata, "Tenang aja Tan, Om-macem macem tidak akan pula." (Tapi pikiran saya sudah mulai segala macam).

"Tapi Tante mendengar dia punya pacar di Surabaya, bahkan Tante kemarin Tangkap dia telponan gadis ama, kalau tidak salah namanya Sella."
"Masak Om Tante ninggalin hati pula demi gadis-gadis baru tahu, mungkin itu teman-temannya Tan kali, dan lagian Tante masih cantik pula."

Tanpa Bibi Sis sudah menyadari tangan kanan saya di paha Bibi Sis karena tangan kiriku masih memegang tangannya.

Perlahan-lahan, lembut mengusap pahanya, itu karena saya menyimpulkan bahwa bibi saya tidak menyentuh lembut oleh manusia.

Tiba-tiba tangan yang memegang pahanya ditepis oleh Bibi Sis, dan berdiri dari tempat duduknya, "Bibi saya Saya harap Anda lakukan bibi kurang ajar sama, Tante sekarang harap Anda keluar dari bibi kamar sekarang!" Bibi Sis Dengan nada marah menyingkirkan saya.

Cukup terkejut aku mendengarnya, dan dengan malu aku berdiri dan meminta maaf, kepada Bibi Sis untuk kekurangajaranku. Aku berjalan perlahan-lahan keluar dari kamar bibi saya. Sambil berjalan aku berpikir, aku benar-benar bersemangat dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena saya putus dengan pacar saya, kebutuhan biologis terus terang kusalurkan melalui tangan saya.

Setelah sampai di pintu aku menoleh ke Bibi Sis lagi. Dia hanya berdiri di sana menatapku, dengan nafas-senggal tersenggal (mungkin marah dan sedih menjadi satu). Aku berbalik lagi dan dalam pikiran saya, saya harus mendapatkan malam ini. Dengan ketidakpedulian Aku menutup pintu dan menguncinya dari dalam, maka segera berpaling ke bibi saya. Bibi Sis cukup terkejut melihat apa yang saya lakukan. Pikiranku dipenuhi dengan nafsu binatang.

"Apakah kamu?" Tanyanya dengan gugup bercampur kaget.
"Tante mungkin sekarang Om'm bersenang-senang dengan pacar barunya, lebih baik kita juga bersenang-senang di sini, saya akan memuaskan Tante". Dengan nafsu Aku menarik tubuh bibiku di tempat tidur, dia meronta-ronta, Bibi Sis memiliki tinggi sekitar 165 cm dan berat badan sekitar 50 kg) aku dapat mendorongnya ke tempat tidur, dan di atas tubuhnya.
"Lepasin Tante, deh," suara keluar dari mulutnya tapi aku tidak peduli dengan rontaannya.

Dasternya kusingkap ke atas. Ternyata Bibi Sis tidak mengenakan celana dalam sehingga terpampang bukit-bukit sekitarnya ayam menguntungkan, dan kira-kira menarik padanya atas payudara dasternya terpampang di depan saya. Rakus saya langsung menghisap putingnya, tubuh bibiku masih berjuang, dengan tidak sabar aku langsung merobek dasternya dan dengan seluruh tubuh nafsu kujilati, terutama payudaranya, cukup aroma bibi saya.

Sebagai hasil dari rontaannya Saya mengalami kesulitan untuk membuka pakaian saya, tapi perlahan-lahan saya bisa membuka baju dan celana. Saat ia membuka baju dan celana, dengan bergantian tangan membelai bukit kemaluannya yang saya pikir basah (mungkin Bibi Sis sudah mulai terangsang meskipun agak berkurang tetapi frekuensi menurun sedikit).

selangkangan telah berdiri tegak dan nafsu makan kokoh telah menyelimuti semua kesadaran kugeluti bahwa ini adalah istri pamanku sendiri ... .yaitu bibi ....

Sabar, aku langsung berusaha membenamkan kedewasaan ke lubang bibi saya ......... ..,

Aku agak kesulitan menemukan celah kewanitaan bibi, kadang-kadang selangkangan tergelincir dan bahkan kadang-kadang merindukan bibi saya menuju lubang anus.
Hal ini menyebabkan bibi saya pindah ke sana kemari berusaha menghindar dan menghalangi kemaluanku yang prima dan siap ............................... ........... ..

"Heh, tidak, aku bibi silakan lepasin, pengampunan, Tante meminta pengampunan". Aku tidak peduli lagi merengek. ...... .usahaku Bukan kepalang dan harus berhasil ...... karena akibatnya mungkin gagalpun sama
bahkan mungkin konsekuensi lebih fatal .......

Ketika lubang senggamanya saya pikir itu cocok dengan bantuan cairan dari liang perempuan saya langsung dorong senjata saya.

"Auuhh, nyeri, aduh .. Tante minta ampun .. tolong jangan lakukan ... ..lepasin Tante .." Ketika saya mendengar erangan, aku sangat menyesal, tapi senjata saya sudah di dalam,
"Saya bibi maaf, saya tidak bisa berdiri dan saya sudah masuk ya ... ..," aku berbisik ke telinganya. Bibi Sis hanya diam saja. Dan tidak mengatakan apa-apa.

Perlahan dan pasti aku mulai memompa pangkal paha atas dan ke bawah, ...... ..tanteku menggelinjang ..seakan besar ... masih akan ada sedikit pemberontakan dalam dirinya .... ssshhhhhhhhh ... .tanteku hanya mendesis lembut sambil menoleh ke kiri dan ke kanan tidak ingin wajah saya ...... .Kemudian dia hanya diam-diam mengundurkan diri dan melihat sambil menangis keluar.

Aku mencium kening dan bibir, berbisik, "Bibi, Bibi masih cantik dan masih mengairahkan pula, bibi Sayang, ketika Om sudah tidak mencintai, biarkan aku mencoba untuk mencintai Bibi." Bibi Sis hanya diam, dan aku merasa pinggulnya terpengaruh seirama dengan goyanganku.

Saya mendorong pangkal paha saya perlahan ... seakan ingin menikmati kenyamanan ini dengan waktu yang lama ...... ..
cllkk ... suara .clllkkkk.cclkkkk tubuh saya bertabrakan dengan tubuh bibiku ...... .seirama keluar dan masuk ke pangkal paha liang senggamanya yangbetul terasa baik ......

Sekitar 10 menit saya merasa lebih dan lebih basah lubang kewanitaan bibi dan kakinya menyilang di atas pinggulku dan menekan kuat-kuat mungkin bibi saya adalah orgasme ................... ........................ ............... saat Kudiamkan ... bibi ..kubiarkan menikmati nya orgasme ......... aku membenamkan selangkangan lebih dalam, sambil memeluk erat-erat ia mulai membalas ... tubuh ..kurasakan gemetar ... bibi saya. telah mengakuisisi kenikmatan luar biasa .......

Aku berbalik tubuh bibi saya dan sekarang ia berada dalam posisi di atas ...... selangkangan masih terkubur di kewanitaan tanteku ...... tapi dia hanya berkata apa-apa saat ia berbaring di tubuh saya, bibi saya. .. .Kemudian aku mengangkat pinggul saya ... ..dan perlahan-lahan menurunkan lagi ... dan lagi ...... .kuangkat saya bawa lagi ...... .kemaluanku tegak cepat dorong ke atas ... kelubang kesenangan ...... ahirnya tanpa saya membantu ... pantat .tanteku sendiri menggoyangkan atas dan ke bawah ... .. ...... .I oooooooccchhhhhhhh kenikmatan panik ... rupanya bibi saya mahir dengan posisi goyang pada .... saya mendapatkan kenikmatan maksimal dalam posisi ini ....

Rupanya bibi saya tahu negara ini ... tambahnya meliuk goyang goyang pantat pantat Anda meronta persis Anisa Bahar penyanyi dangdut dengan kerusakan goyang patah .......

oooooochhhhhh, sshhh ............ ...... kali ini saya suka kepedasan yang saya mengangkat kepala saya ... saya merokok puting dia mengerang bibi saya ... .. ... ... ... ..goyangannya tambah dipercepat. dan 5 menit berjalan kaki ...... .tanteku bergetar lagi ...... ia telah mendapatkan orgasme kedua ...... bahuku erat dicengkeramnya ......... ..... . ssshhhhhhh bibir bawah digigit ... sambil kepalanya mendongak ... ..

".... ******* .tante Anda ...... kok bisa jadi gini ... ..ssssshhhh ... .tante sudah 2 kali kluarrrrrrrr ..." ... .. Saya Tersenyumlah ... ..
"Bones longgar semua akal untuk ...." Aku tersenyum lagi ...
"Tante tidak pernah klimaks lebih dari 1 x membalas dengan Ummul .." Aku berbalik tubuh bibi saya dengan posisi konvensional .. kugenjot dengan berat feminin ... .. Oooohhh oohhh ... .ssshhhhh bibi kembali menggeliat pinggulnya mulai batu juga diimbangi genjotanku .............,

Saya sudah kepengen nyampe ....... dan segera saya akan mengeluarkan sperma saya di dalam liang senggamanya.
.................. .. ...... Aaachhhhhhh ssshhhhhh tumpahan sperma dengan menuangkan ke dalam lubang senggama tante ...... ..
bibi mata berkaca-kaca menatap klimaks dari permainan lama ......... sangat melelahkan ...... yang diawali dengan pemaksaan dan pemerkosaan yang ahirnya berakhir dengan kenikmatan yang sama dari puncak yang sama dicapai .... ... saya melihat sangat, kepuasan yang sangat terpancar di wajah bibi saya ..................... ..

"Anda harus menjaga lo rahasia ini ... .." Aku hanya mengangguk .... dan sekarang bibi saya tidak peduli lagi jika paman saya akan kembali atau tidak .......

karena jika om saya keluar malam maka tanteku akan dihubungi via HP segera ke rumahnya ...... kadang-kadang, semua tidak berakhir di tempat tidur ... kepuasan bisa diwujudkan bermacam-macam

Recent search terms:

  • cerita dewasa bersama om nakal
  • cerita mesum om nakal
author