cerita ngentot janda muda SETUBUHI ISTRI PEJABAT MEMEKBEBEK

641 views
banner-pasarliga

ini berlangsung sehabis sebagian tahun dari saya lolos SMU, ketika itu usiaku kurang lebih memijak 22 tahun, dimana kondisi ekonomi orang tuaku lagi mendapati godaan. karna kesukaran ekonomi, serta karna kakakku telah teranjur masuk universitas swasta yang telah melontarkan dana yang cukup besar sehingga otuku cukup bisa membantu kuliah kakakku buat membereskan studinya,

serta dalam hal ini saya terdesak menekur enggak memperoleh dana buat meneruskan sekolah lagi, terlebih mesti turut berjuang mencari tambahan sesuap nasi. akan tetapi tekadku buat jadi orang yang berarti konsisten besar. saya enggak bisa putus asa, saya mesti meneruskan sekolah hingga memperoleh titel ahli, tekadku telah bundar. saya bakal mencari uang seorang diri buat dana kuliahku.

saya mencari univ swasta yang memberi kuliahnya di malam hari, alhasil saya bisa beroperasi mencari uang pada siang hari. tapi gimana boleh jadi di zaman gila ini seseorang alumnus SMU serupa saya ini oleh gampang bisa karier, sebaliknya yang ahli terlebih S2 aja lagi melimpah yang menganggur.

saya telah bercita-cita, karier apa aja saya dapat asal memperoleh upah. Dari kantor satu ke kantor lainnya telah saya masuki tapi agaknya susah sekali memperoleh karier oleh modal tanpa keterampilan. tetapi saya ingat adagium, di mana terdapat dorongan hati, di danau terdapat jalur. cerita dewasa

saya enggak putus asa serta sehabis ke situ ke ayo oleh makan durasi yang cukup lamban, akibatnya saya memperoleh karier di satu buah salon kecantikan di kawasan Tebet. akan tetapi karna saya enggak memiliki keterampilan apa-apa, saya cukup dijadikan juru basuh rambut para klien sebelum dipotong.

karier ini saya dapat oleh jujur. tutur orang berumur, bila beroperasi oleh jujur, sehingga di danau terdapat kearifan serta enggak kerasa peroleh. Pemilik salon itu seseorang perempuan dinasti rumpun cina yang bagus sekali oleh bentuk tubuh yang mempesona. Lagi-lagi saya mulai membandingkan tiap perempuan yang saya temui.

Umurnya kurang lebih sekeliling 30 tahun serta beliau belum memiliki suami, tidak tahu bila menikah, saya enggak ingat telah apa belum. Dadanya nyatanya enggak sedemikian itu besar, boleh jadi kurang lebih skala BH-nya sekeliling 32C. tetapi bundar pinggulnya, aduh.. bagus sekali, membikin pria enggak bergerlip matanya bila mamandangnya.

oleh rutinitas setiap hari beliau senantiasa mengenakan busana yang kencang, sehingga rupa badannya yang cukup beku, membikin bentuk tubuh badannya amat lezat buat dilihat, lagi pula oleh kulit yang putih. saya telah mulai lagi oleh menggambarkan gimana bila pelapis itu enggak terdapat. tetapi mengapa belum terdapat pria yang ingin menikahinya? Andaikata beliau menawariku, tentu tanpa berasumsi jauh lagi kuterima.

Oh betul teman-teman, beliau senantiasa mengenakan gaun miniatur, alhasil menambahkan inventaris amatan pada dirinya, terkadang kelihatan pukang mulusnya terbuka kira-kira ke berdasarkan. klien di salon itu cukup melimpah, pria ataupun wanita, berumur ataupun belia, tapi yang setidaknya melimpah ialah ibu-ibu yang agaknya umurnya sekeliling 36 hingga 38 tahun.

saya cukup profesional menghargai baya seseorang perempuan. serta bisa ditentukan yang hadir ialah banyak orang berharta. bila klien pria yang melimpah, itu diakibatkan karna performa pemiliknya yang menarik, ditambah keramah-tamahan yang sedikit dipunya oleh pemilik salon lainnya yang terkadang cantik menggoda.

melimpah pula klien teratur yang nyaris setiap hari Sabtu hadir, serta ini didominasi oleh orang bunda. serta salah satunya ialah seseorang bunda kurang lebih umurnya 36 tahun oleh muka cukup cantik tapi kulit enggak amat putih, tetapi pula enggak amat hitam, sedang-sedang aja. Tinggi tubuh kurang lebih 165 centimeter, cukup sempurna buat skala seseorang perempuan.

skala BH-nya belum terlihat walaupun diamati dari sisi, karna beliau senantiasa mengenakan busana blouse longgar, alhasil susah buat melihat ukurannya dari luar, tidak tahu bila belakang dari dalam. serta anehnya tiap beliau hadir, beliau senantiasa memohon saya yang menjamu buat membasuh rambutnya, walaupun saya lagi terdapat karier membasuh rambut klien lainnya. apabila harus ditunggunya.

Oh betul, rambutnya cukup rimbun, hitam mengkilat (serupa advertensi shampo di TV) serta bila diurai, tak bermain indahnya oleh bagian yang amat baik, oleh jauh hingga ke punggung. keadaan itu yang membikin kecantikannya kian menaik, karna bagian rambutnya terbuat serupa bagian rambutnya Cindy Crawford.

performa setiap harinya, rambutnya disanggul modern serupa lazimnya bunda administratur. beliau hadir tiap hari Kamis jam 09. 30, nyaris senantiasa persisnya. acapkali meminta dicreambath, tapi terkadang pula cukup basuh aja.

tiap hadir, beliau setidaknya sekurang-kurangnya melenyapkan uang lebih minim dua dupa ribu rupiah, betul buat pemeliharaan lainnya. hingga sesuatu hari, hari itu hari Rabu pagi kurang lebih jam 10. 00, beliau hadir oleh terburu-buru masuk ke dalam salon dengan mencariku.

“Mana Rully, mana Rully.. ” tuturnya.

“Ya ibu.. Rully terdapat di sini”, sambutku dengan kebimbangan, terdapat apa agaknya beliau mencariku.

“Ah anda, cepet cuciin rambutku lekas, saya terdapat ajakan nih. Udah kira-kira kasep.. maklum bangunnya kesiangan”, tuturnya.

“Rambutnya ingin diapain ibu? ” kataku.

“Cuma dicuciin aja kok”, tuturnya lagi.

“Baik ibu, di sini ibu.. ” kataku dengan menunjuk lokasi bersandar buat membasuh rambut.

beliau langsung menghenyakkan badannya ke bangku itu dengan membelah rambutnya ke belakang, baunya harum.

saya mulai membasuh rambutnya dengan memijat-mijat minim kepalanya, setelah itu pipinya kuusap halus oleh telapak tangan diiringi pijatan minim. keadaan ini kerap kulakukan pada pelangganku buat merangsang syaraf rambut serta syaraf wajah.

Mataku dari berdasarkan kepalanya memandang badannya yang menelentang celentang di berdasarkan bangku basuh. Oh, agaknya beliau enggak mengenakan BH. keadaan ini kelihatan oleh benjolan dari puting susunya. benar bila lagi dalam posisi berdiri enggak seseorang juga yang bisa melihatnya karna bajunya yang longgar. cerita dewasa

oleh buah baju blouse komponen berdasarkan terkupas satu, saya bisa membekuk bagian dada yang terbuka pergi. agaknya beliau enggak mengetahui bakal keadaan itu, terlebih justru mengatupkan matanya, menikmati pijitan kecilku, yang telah hingga ke lehernya.

“Rul.. anda udah lamban kegiatan di sini? ” sontak kelengangan dipecahkan suara bunda mulanya.

“Baru dua bulan ibu.. aku cermati bunda nyaris setiap minggu ke sini betul ibu? ” akan tetapi dialog ini sontak terpenggal. “Aduh Rul.. itu jerawat kenapa anda memecal, sakit dong! ” tuturnya dengan menyentuh jerawat yang oleh enggak berencana kupijit.

“Oh ini toh, ampun ibu aku enggak berencana. Habis umpet tertutup rambut sih.. ” kataku.

“Ibu kenapa jerawatan sih? Anu betul.. enggak.. ” saya enggak berani meneruskan, cemas bunda itu marah.

tetapi justru dianya oleh santainya yang meneruskan.

“Kamu ingin ngomong, enggak teralirkan betul? anda benar bandel kok”, tuturnya hirau tidak hirau.

“Rambut bunda baik loh, rimbun serta hitam kayak yang di TV”, kataku mulai berani menggoda.

“Ah masak sih.. ” tuturnya jengah.

benar begitulah perempuan bila memperoleh aplaus ataupun bisikan walaupun dari seseorang adam binatu rambut, perasaannya melambung mengerawang nun jauh di situ.

“Rul.. mampu enggak sih bila basuh demikian ini dipanggil ke rumah. bila mampu kan lezat betul. ”

“Nggak berani ibu aku, belakang bila kedapatan dimarahin. Cari kegiatan susah”, kataku.

“Kalau saya bilang bossmu gimana? ” tuturnya enggak ingin bertekuk lutut.

“Terserah bunda, ” kataku lagi tanpa mampu melambuk diri lagi.

“Zus.. Zus.. ” teriaknya langsung ke pemilik salon.

“Ada apa ibu? ” jawab pemilik salon itu.

“Boleh enggak kapan-kapan saya cucinya di rumah aja. belakang saya imbuh biayanya”, tuturnya lagi. “Waduh ibu ampun enggak mampu ibu. Soalnya kan lagi melimpah klien lainnya, ibu. amat ampun ibu.. tetapi bila di luar jam kegiatan ataupun tepat beliau prei boleh-boleh aja sih”, tutur pemilik salon.

astaga, saya enggak mampu menyangkal lah. Bossku telah menerangkan serupa itu. saya enggak lezat bila membasuh di rumah, soalnya saya rasa enggak lepas, lagi pula belum pasti terdapat bangku basuh serupa di salon. Kerjanya minim lezat.

“Tapi ibu.. di sini aja betul ibu.. ” pintaku.

“Kenapa? anda enggak ingin betul membasuh saya di rumah”, tuturnya oleh aksen kira-kira tinggi.

astaga marah nih orang, lazim bunda administratur seseorang pembesar bila kamauannya enggak dituruti lekas ngambek.

“Nggak gitu ibu, kan di rumah enggak terdapat bangku serupa ini ibu.. ” kataku menyangkal oleh lembut.

“Siapa bilang enggak terdapat.. anda menghina betul.. kalau enggak ingin betul sudah”, tuturnya kian tinggi. astaga.. astaga.. ini amat marah. “Maafkan aku ibu, aku enggak beragan buat menyangkal desakan bunda. tetapi oke ibu, bila bunda ingin Rully sedia kenapa ibu.. ” kataku memberhentikan permintaannya.

“Nah gitu dong.. dapat kasih betul Rull.. ” tuturnya senang.

saya lalu memijit bahunya oleh jari-jariku sedikit masuk ke dalam bolongan gala bajunya, “Hmm.. lezat di danau Rull”, suara itu pergi dari mulutnya yang alit. Di danau saya pijat kira-kira lamban, sekeliling 15 menit. bagian dadanya kian terbuka ketika jariku turun masuk.

Dari sini saya bisa memandang serta berspekulasi skala buah dadanya, tentu skala BH-nya 36 tidak tahu A, B ataupun C, saya enggak perduli, yang pokok buah dada itu benar besar walaupun telah kira-kira turun. hanya hingga ketika itu saya belum memandang putingnya sebesar apa serta warnanya apa.

“Bu kini telah sebelah sebelas loh ibu, bunda ingin angkat kaki ajakan jam berapa? ”

“Nanti saya dijemput ayah jam 11 persis”, tuturnya.

saya berasumsi, saya selesaikan 15 menit lagi setelah itu menjemur 15 menit dengan bebenah, saya duga cukup, karna rambutnya cukup disisir oleh teruai alamiah aja, alhasil enggak harus durasi melimpah buat menggelung semua. ketika jam 11. 00 persisnya suaminya menjemput serta langsung pergi.

“Terima kasih betul Rull.. ” tuturnya dengan memberi bayaran kepadaku, saya amati uang lima persepuluhan desimal ribuan dua carik.

saya berlega hati sekali karna uang sebesar itu pada ketika itu amat bernilai. Hari itu rasanya lekas sekali berlalu. saya berbalik dari kegiatan jam empat petang, rehat sesaat setelah itu saya angkat kaki kuliah. saya mengambil Fakultas Ilmu Komunikasi, yang tugasnya enggak sedemikian itu melimpah.

hingga di rumah jam sepuluh melalui lima belas kasihan menit, saya membasuh wajah setelah itu langsung beranjak ke lokasi tidur. Mata rasanya mengantuk sekali tetapi enggak mampu ditidurkan. Pikiranku melayang serta mengkhayal apa yang sudah saya amati pagi mulanya. Buah dada yang lagi enak, oleh corak coklat belia mendekati corak cream. lamban saya mengkhayal, serta akibatnya saya juga tertidur enak. cerita dewasa

Pagi harinya, sesampainya saya di salon, bossku memberikan catatan telepon dari bunda administratur kemarin, tuturnya beliau meminta buat dicuci rambutnya di rumah mengenang beliau enggak terdapat alat transportasi buat jalur ke salon. bila saya minim nyata agar saya telepon kembali ke situ. saya pikir sedikit aneh, kemarin terkini dicuci kenapa kini meminta dicuci lagi.

tetapi acuh amat, yang pokok uang masuk kantung, pikirku. Kuputar nomor telepon yang dikasihkan oleh bossku. “Hallo.. ini dari salon.. di Tebet, mampu cakap oleh bunda.. aduh siapa betul namanya bunda itu.. ” saya sedikit gugup.

“Ya halo.. oo.. dari salon.. oleh siapa nih. ”

“Dengan Rully ibu.. ” kataku.

“Oh betul Rull, mulanya bunda telpon tetapi anda belum hadir. Gini.. saya meminta anda hadir ke rumah.. mampu? buat basuh rambutku.. saya enggak terdapat alat transportasi Rull”, “Maaf ibu, bila jam kegiatan ini enggak mampu.. sebaliknya bila petang aku sekolah ibu.. gimana bila akan datang antah ibu, bertepatan aplusan aku libur”, kataku.

“Aduh gimana betul.. tetapi ok lah kalau enggak mampu.. akan datang jam berapa anda hadir? ”

“Jam sembilan ibu.. betul terlebih sedikit gitu.. ” kataku.

akan datang harinya saya amat hadir ke adres yang dikasihkan, di angka kawasan Tebet pula. Rumahnya meminta maaf besarnya. Pintu pagarnya tinggi sekali alhasil orang enggak mampu memandang aktifitas yang dijalani oleh ahli rumah.

saya jadi berasumsi, dari mana uang sebesar ini buat beli rumah sebesar itu, sebaliknya keluargaku buat mencari dana sekolah buah hatinya aja enggak bisa. Kupencet bell yang terdapat di sisi pintu gaba-gaba. enggak berapa lamban pergi seseorang wanita setengah berida membuka pintu, agaknya pembantunya.

“Cari siapa Dik? ”

“Ee.. e.. bunda.. ” saya enggak melanjutkannya karna saya belum ingat nama bunda administratur yang kemarin.

saya pula bebal, mengapa kemarin enggak saya tanyakan ke orang salon.

“Ibu Tia arti adik.. ” tuturnya. Oooh, namanya Tia, terkini ingat saya.

“I.. bercakap-cakap.. Mbak.. ” kataku sedikit gugup.

“Adik dari salon betul? udah ditunggu bunda di dalam”, tuturnya.

saya masuk melalui pintu garasi yang menuju ke komponen belakang rumah. Di garasi berangkai dua buah mobil bermerek, corak biru berumur serta silver. saya kian ewuh pakewuh aja memandang pandangan itu. “Kok antap Mbak.. ” tanyaku kira-kira bingung mengenang rumah sebesar itu enggak terdapat penghuninya.

“Kami cukup berempat Dik.. ayah, bunda, supir yang bertepatan ialah suami aku seorang diri serta aku seorang diri.. kini ayah lagi pergi ke Bandung diantar supir memakai mobil biro. ” “Ooo.. ” cukup kata-kata itu yang pergi dari mulutku tercengang.

saya masuk ke belakang, ditunjukannya jalur menuju ke sesuatu ruangan. Di ruangan itu, kurang lebih skala 5 x 6 m persegi ada perlengkapan salon komplit oleh dua buah bangku basuh serta satu buah pengering. buat apa benda sebesar ini bila setiap minggu konsisten pergi ke salon, pikirku. benar terkadang orang mayoritas uang jalur pikirannya minim logis, yang dipikirnya cukup gimana aturannya melenyapkan duitnya. Tanpa berasumsi gimana agar duitnya berfungsi buat orang lain yang membutuhkannya.

enggak berapa lamban, tampak bunda Tia di belakangku,

“Pagi Rull.. ”

“Pagi ibu.. ” kataku kira-kira terkejut.

bunda Tia pagi itu mengenakan busana gimnastik corak cream dipadu oleh anak buah corak merah belia, oleh rambut digelung ke berdasarkan, alhasil memperlihatkan lehernya yang bagus serta terbilang jauh. Keringatnya lagi melancur dari badannya, membikin badannya kian melekat pada blus senamnya. terlihat lekuk badannya yang melekat pada blus senamnya, terpenting komponen dadanya, tampak benjolan minim yang terlihat sedikit berdiri. lagi komponen bawah, bertanda bagian minim di antara selangkangannya.

“Kamu kenapa melamun Rull”, tuturnya membagi keheningan.

“Ah enggak ibu.. aku hanya.. ”

“Cuman apa.. cuman ngeliatin gitu”, tuturnya lalu bayan.

bunda Tia membuka gelungannya serta menyibak-nyibakkan rambutnya ke belakang alhasil berburai merdeka. amat bagian rambut yang amat memukau menyamai bagian rambut Cindy Crawford.

“Sekarang anda mulai betul Rull.. ” tuturnya dengan menghenyakkan badannya di berdasarkan bangku basuh.

oleh busana kencang serupa itu serta posisi rebahan serupa itu, terlihat sekali bila buah dadanya lagi cepat diusianya yang 36 tahun. Buah dadanya lagi melengak ke berdasarkan oleh putingnya yang kira-kira menjendul. bagian dadanya kelihatan di kembali busana senamnya yang terbuka kira-kira luas di bawah gala.

saya termangu memandang pandangan yang memukau nafsuku selaku pria biasa. Kubuka kran air di wastafel yang sudah diadakan eksklusif buat basuh rambut, kumasukkan segala rambut yang jauh serta hitam mengkilap itu, mulailah saya mencucinya hingga sebagian menit.

saya amati bunda Tia mengatupkan matanya dengan kedua tangannya bersedekap di bawah buah dadanya alhasil buah dadanya ketarik ke berdasarkan, membikin lebih jelasnya dua buah puting sebandung di berdasarkan dua bulatan buah dada itu.

saya memandanginya dengan tanganku sedikit memberi pijitan-pijitan minim di kepalanya, sehabis cara pembasuhan rambut beres. Pemijitan awal mula saya lakukan cukup di komponen kepala, setelah itu turun di belakang gala, serta setelah itu hingga di kedua bahunya.

“Nah di danau Rull.. lezat Rull.. saya sedikit pijit sih akhir-akhir ini.. ” tuturnya dengan matanya konsisten terkatup.

dengan pijit bahunya, jari-jariku kucoba sedikit turun menuju bagian dadanya yang bahenol itu, dengan kuberikan pijitan minim. bunda Tia justru mengembungkan dadanya dengan menghela nafas. kian besar helaan nafasnya, kian menjendul buah dadanya, serta kian suka saya memandang pandangan bebas ini. saya coba lagi jariku lebih turun kira-kira masuk ke dalam bagian dadanya, dengan lalu melaksanakan pijitan minim. cerita dewasa

tetapi pijitanku lebih condong menyentuh, karna saking lembutnya. nyatanya pijitanku mulanya membikin bunda Tia kira-kira resah, melenggakkan kepala, meningkatkan dadanya, menggeser posisi tidurnya serta lain serupanya. terlihat bunda Tia mulai terangsang oleh rabaanku mulanya. tetapi bunda Tia enggak melangsungkan akibat apapun eksepsi berdasarkan apa yang saya lakukan.

saya kian berani melangsungkan eksperimen berikutnya. Kali ini saya telah alang bedegong, kumasukkan kedua tanganku ke dalam bagian dadanya serta mengenai kedua buah kembarnya, serta kuusap keduanya oleh memutar arah pergi. bunda Tia kian mengembungkan dadanya agak-agak ingin diserahkan buah sebandung itu kepadaku oleh jujur. antusiasme telah menyebar ke dalam badan bunda Tia.

sontak..

“Rull.. ” saya terkejut sebelah mati, cepat-cepat kutarik kedua tanganku dari kawasan terlarangnya. “Ya.. ibu.. rambutnya ingin dikeringin ibu.. ” kataku sekenanya buat memalingkan perhatiannya. Badanku gemetaran melamunkan apa yang bakal dijalani padaku yang sudah melakukan minim asuh mulanya.

“Ma.. ampun ibu.. lagak aku mulanya ibu.. ” kataku dengan menghiba. “Oh enggak apa-apa.. lezat kenapa.. Oh betul, rambutnya enggak mesti dikeringin memakai pengering.. kendati kering seorang diri.. Nah kini teruskan pijitanmu”, tutur bunda Tia seakan enggak sempat berlangsung apa-apa sebelumnya.

tetapi badannya digesernya ke berdasarkan, alhasil posisi dadanya kian melengak ke berdasarkan. saya meredakan diri sebagian ketika, setelah itu mulai meremas-remas lagi di komponen depan. saya ulangi lagi apa yang mulanya kulakukan. bunda Tia bungkam, terlebih reaksinya di luar dugaanku.

Tanganku didapatinya serta dimasukkan ke dalam bagian dadanya. punca dicinta jukut datang, Tanganku menerima helaan itu oleh lekas meremas kedua buah dada itu. Reaksinya di luar ajukan, terlebih kali ini enggak tertinggal, pantatnya juga turut diangkat.

“Rull.. anda kenapa bandel sih.. ” desahnya nyaris enggak berbicara.

lagi alot serta keras buah dada bunda Tia. Tanganku lagi menelusup ke blus senamnya menyentuh, meremas, serta sesekali kusentuh puting susunya yang telah berdiri berdiri. “Och.. och.. ” cukup itu lafal yang pergi dari mulutnya.

setelah itu tangannya merangkul kepalaku yang terletak di atasnya serta ditariknya wajahku mendekati wajahnya serta berikutnya diciumnya bibirku oleh ganasnya. “Aauch.. ” saya terkejut tak bermain. saya enggak sedia oleh aksi itu, alhasil saya gelagapan serta kira-kira tersorong ke depan nyaris jatuh. akhirnya peganganku pada buah dadanya kian akrab.

“Aduh Rull.. janganlah kencang-kencang dong pegangnya.. ” tutur bunda Tia dengan mengesun bingkai, sebaliknya lidahnya mulai bertindak di kerongkonganku, memutar-mutar, menghirup lidahku oleh kancap antusiasme. saya enggak adem, kulorotkan blus senamnya dari bagian lehernya turun ke bawah hingga perut alhasil terbukalah badan komponen atasnya, serta tersembullah dua buah dada yang bagus oleh puting yang minim berdiri berdiri.

saya mengubah posisi, enggak lagi dari berdasarkan kepalanya, tapi terletak di sampingnya dengan tanganku membelai-belai buah dadanya. Kutundukkan wajahku, kucium buah dadanya serta.. “Heh.. heh.. ” nafas bunda Tia dapat didengar berkempul-kempul menahan birahi yang telah melambung. saya menjilat puting susunya, kian terlihat memerah bercelak karna berair oleh air liurku.

“Geli.. Rull.. aduh.. eenak Rull.. huh.. huh.. ” balik nafasnya enggak teratur lagi.

Sementara tangannya menggapai-gapai mencari pahaku, setelah itu dipeluknya pahaku semantap daya seolah menahan suatu yang bakal remuk, alhasil jilatanku pada puting buah dadanya terkupas. kini posisiku berdiri lagi bunda Tia menciumi pahaku dengan mencari selangkanganku. Diremasnya pantatku yang lagi beku bermuatan, digigitnya benjolan di dalam celanaku.

“Aduh ibu.. ”

“Kenapa Rull.. ”

“Enak ibu.. ” kataku dengan terkatup merasakan guncangan yang diberikannya.

dengan berdiri, tanganku mencari buah dadanya yang bergantung karna posisinya yang mengendap. Kuremas, kumainkan putingnya balik oleh sedikit memberi cubitan-cubitan minim, sementara gigitannya lagi lalu dilanjutkan. setelah itu tangan yang bagus itu mencari retsliting celanaku serta dibukanya, lalu dipelorotkan sekaligus celana dalamku, langsung aja kejantananku yang telah dari mulanya bengkak mencuat pergi berdiri membangun ceruk 45 bagian ke berdasarkan.

bunda Tia terlihat terkejut menyaksikan apa yang terkini aja berlangsung, bungkam sesaat setelah itu mulailah tangannya menggenggam kejantananku oleh lembutnya dengan berdiri serta kini posisi kita saling beradu kening, saling menggenggam, tanganku memainkan buah dadanya, lagi tangannya memainkan kejantananku. Bibirnya didekatkan ke bibirku dengan berbisik,

“Rull.. saya pingin Rull.. ”

saya bungkam enggak menjawabnya, tak karna saya enggak ingin, tetapi telah enggak terdapat lagi kata-kata yang bereban di kepalaku, yang terdapat cukup keinginan yang telah melambung. sebagian ketika setelah itu langsung dikulumnya bibirku serta kita saling berdekap, lidah kita saling melingkari, saling hirup.

Tanganku mulai bergerilya ke bawah menelusup ke dalam celana senamnya yang enggak mengenakan celana dalam alhasil tanpa kesukaran sampailah saya pada buncak yang telah berair tertutup oleh rambut-rambut lembut. jemari tengahku mencari lembahnya, setelah itu lalu saya jamah klitorisnya.

“Aduh Rull.. jijik cinta.. ”

saya enggak acuh, saya lanjutkan gerilyaku. saya gosok-gosok klitorisnya oleh beroncet-roncet bersilir-silir cemas bila melahirkan rasa sakit. Sementara tangan kananku memainkan kewanitaannya, bibirku konsisten main oleh lidah ke dalam bibirnya, lagi tangan kiriku meremas pantatnya yang lagi keras. serta kebalikannya, tangan kanannya lagi memainkan kejantananku, lagi tangan kirinya meremas pantatku pula.

oleh antusiasme yang kian besar, mulutku kuturunkan ke buah dadanya, serta kuciumi, bersama saya hirup puting susunya yang dari mulanya telah berdiri berdiri oleh corak merah kehitam-hitaman. bunda Tia menggelinjang dengan mengembungkan dadanya, dengan mendesau kenikmatan serta kian bersemangat saya dibuatnya oleh dada yang kian ke depan.

“Rul.. cepet masukin.. ” cerita dewasa

agaknya bunda Tia mau cepat-cepat membereskan permainan ini. saya setelah itu mengambil posisi cangkung, kupelorotkan celana senamnya sehingga terlihatlah olehku barang yang tertutup oleh rambut-rambut minim yang sedikit berair telah terbambang di hadapanku. dengan melekap kedua pahanya, kucium kewanitaannya oleh buas. saya sibakkan rambut-rambut itu, kumasukkan mulutku ke celahnya serta kusedot larutan cairan pekat yang terdapat di sekelilingnya hingga kering.

“Aach.. Rull.. ” jerit bunda Tia.

“Eeh bunda.. belakang kedengaran orang lo ibu.. ”

“Habis anda bandel sih. ”

Dijambak-jambaknya rambutku ditekankannya kepalaku ke dalam alhasil kian cepat melekat ke dalam kewanitaannya.

“Rull.. anda ke bilik sisi ayo.. ” tuturnya.

dengan berpelukan kita empat mata bepergian menuju bilik sisi yang berdimensi cukup besar 5 x 5 m persegi dicukupi meja, bangku bebas serta satu kursi berupa empat persegi jauh. bunda Tia membimbingku menuju kursi itu. setelah itu beliau menggeletakkan badannya di berdasarkan kursi oleh posisi menelentang celentang serta rambutnya yang jauh serta telah kering itu berburai ke dek.

pandangan yang amat bergengsi, sebentar-sebentar bunda Tia membelah rambutnya. Nafsuku kian menggebu, boleh jadi bunda Tia berencana buat memancing nafsuku oleh jamal rambutnya. Ditariknya kepalaku ke arah kewanitaannya balik. Di danau saya teruskan permainanku.

Kujilati klitorisnya, kusedot, kumasukkan lidahku dalam-dalam serta bunda Tia merintih, “Aduh.. Rul.. lezat.. ” suaranya nyaris enggak berbicara. bunda Tia setelah itu meyuruhku naik ke berdasarkan badannya oleh kepalaku konsisten memainkan kewanitaannya. Diciuminya kejantananku dengan dikocok-kocok minim oleh tangannya.

“Aduh nikmat ibu.. ” segmen itu kita lakukan cukup lamban, tapi bunda Tia enggak sempat memuatkan kejantananku ke dalam mulutnya.

saya enggak mengerti, boleh jadi gengsinya lagi besar, walaupun keinginan lagi menyebar ke semua badannya. tetapi oleh ciumannya serta kocokannya telah cukup membuatku memejamkan arik. Kujilati lalu klitorisnya alhasil

“Acchh.. Rully.. saya.. ingin.. kee.. aduh.. aduh.. Rully.. aauucchh.. eenak.. oh betul.. oh betul.. saya enggak kuat.. ” tetapi saya konsisten aja membawakannya hingga akibatnya bunda Tia telah amat enggak kuat. serta sontak bunda Tia bangun serta membalikkan badannya, mengangkangkan kakinya ke kanan serta ke kiri kursi, menarik kepalaku, serta dengan menciumi bibirku beliau berbisik lembut,

“Rull masukkan betul.. ” tangannya dengan menggenggam kejantananku menuntunnya ke bolongan kewanitaannya yang telah berair. Digesek-gesekannya kejantananku ke bingkai lubangnya, setelah itu.. “Bles.. ”, masuklah kejantananku segalanya. Ditekannya pantatku agak-agak bunda Tia enggak ingin terdapat beberapa kejantananku yang tercecer.

oleh posisi kejantananku di dalam, saya diamkan sebagian ketika, dengan bibirku mengulum bingkai bunda Tia serta tanganku meremas buah dadanya, kerasa isapan minim dari feminin bunda Tia akan kejantananku. lezat sekali, kian lamban kian keras sedotannya.

“Oh.. oh.. oh.. ” saya memekik kenikmatan.

“Ibu.. bunda.. aauucch.. oh.. oh.. ” tetapi saya enggak ingin pergi duluan.

saya campakkan kontemplasi pikiranku ke lokasi lain, serta saya mulai memompa kejantananku di feminin bunda Tia. Ganti beliau yang memekik kenikmatan.

“Aaucchh.. auch.. heh.. Rull.. aduh.. lalu Rull.. lebih cepet.. auch.. aduh lezat sekali Rull.. ” pompaanku kian lekas serta kian lekas, sementara puting susunya saya hirup hingga amblas. “Ach.. ach.. ” cukup suara itu yang pergi dari mulut bunda Tia.

“Aduh.. aduh.. ach.. ach.. ” kaki bunda Tia memipit pinggulku, diangkatnya pantatnya, tangannya merangkul leherku oleh keras sekali serta bibirnya melumat bibirku oleh buas, kerasa larutan di bolongan kewanitaannya kian kencang mandi kejantananku.

bunda Tia setelah itu lesu dengan terengah-engah senang. cerita dewasa

“Kamu hebat Rull.. ” tangannya konsisten merangkul leherku serta bibirnya konsisten mengesun bibirku.

sebaliknya saya konsisten memompa kejantananku ke dalam kewanitaannya, berair sekali.

“Saya cabut dulu betul ibu.. dikeringkan dulu.. ” kataku. bunda Tia maklum berdasarkan permintaanku.

sehabis terletak di luar, dibersihkannya kewanitaannya serta kejantananku oleh kain bersih, dengan tangannya menggojlok kejantananku biar konsisten berdiri berdiri. sehabis sebagian ketika saya mulai memompanya balik di dalam kewanitaannya serta balik sedotannya kerasa pada kejantananku. serta..

“Aauch.. auch.. ” beliau memekik lagi. lamban keadaan ini kulakukan serta..

“Aduh Rull saya ingin keeluaarr.. ” terlihat bunda Tia buat kedua kalinya mendekati kepuasannya. kerasa sekali jepitannya kian cepat, membikin saya enggak kuat serta saya juga turut mendekati kenikmatan.

“Aaacchh.. ibu.. ibu.. ” setelah itu kita juga langlai oleh posisi saya konsisten di atasnya. Kucium bibirnya.

sehabis kita sama-sama memperoleh kenikmatan, saya memiliki kegiatan lagi ialah mengkramasi balik rambutnya tetapi enggak apalah, rambut seseorang perempuan cantik. dengan memelukku serta menciumku, “Makasih betul Rull.. ”, tuturnya dengan mencantumkan suatu ke dalam kepalan telapak tanganku.

“Saya pula dapat kasih, ibu.. serta maafin betul ibu lagak aku tadi”, kataku dengan mesem.

“Sampai kamis depan betul Rull.. ”

“Wah karier lagi nih.. ” batinku oleh suka, setelah itu kutinggalkan rumah glamor itu oleh perasaan senang sekali. END

Tags:
author