Cerita Seks terbaru Pengakuan Meta

189 views
banner-pasarliga

Namaku angkuh dalam diriku mengalir darah Kawanua serta Madura, tinggi 160 sentimeter, berat 56 kg, lingkar pinggang 65 sentimeter yang eksklusif dariku ialah kulitku yang mulato (tutur abang Pujo), akan tetapi yang setidaknya eksklusif buat tiap pria ialah rupa payudaraku. walaupun saya telah sempat menyusui dua kali tetapi rupa payudaraku konsisten bagus bundar serta kancap oleh puting yang mencuat sejajar 1, 2 centimeter serta garis tengah 1, 5 centimeter.

dengan cara kebulatan, sosokku bisa dikata sintal cepat, garis tubuhku bakal kelihatan sensual apabila memakai busana yang kencang lagi pula busana gimnastik, tetapi dalam rutinitas saya lebih suka merahasiakan keanggunan tubuhku oleh memakai busana kira-kira longgar. keadaan ini saya lakukan karna saya kerap risih bila beradu kening oleh pria yang senantiasa diam-diam penglihatan ke arah dadaku yang cukup besar.

saya menikah oleh Jhony telah nyaris 8 tahun serta sudah kupersembahkan dua orang anak berumur 6 serta 4 tahun yang manis-manis. Jhony orangnya berat bibir terlebih condong introvet menurutku, beliau beroperasi ditempat yang serupa oleh abang Pujo terlebih abang Pujolah yang mengangkat pekerjaannya menjadikannya kepala komponen finansial seperti oleh kerangka belakang pendidikannya yang jebolan D3 Akuntansi.

Awal-awal kehidupan pernikahanku oleh Jhony bepergian wajar-wajar aja itu boleh jadi karna pengetahuanku berhubungan rumah tangga yang amat minim, buat keluarga kita prinsipnya isteri mesti nurut suami serta ngladeni enggak bisa melimpah menempuh. terlebih dalam hal ranjangpun kita diajarkan buat enggak membahasnya oleh suami tabu tutur orang tuaku. oleh bekal serupa itu saya arungi bahtera rumah tanggaku, alhasil saya mandah aja oleh segala kemauan suamiku termasuk hal ranjang.

Malam pertama kulalui tanpa impresi eksklusif. ketika itu saya telah dewasa 26 tahun tetapi saya lagi bolor pertanyaan berolah cinta, sedemikian itu kegiatan perjamuan beres kita langsung masuk kamar penganten serupa biasanya penganten terkini. Didalam kamar saya telah sedia melamunkan oleh seberinda jiwa badan belaian Jhony suamiku. selagi berpacaran kita hanya mencucup bingkai tanpa cumbu-cumbuan kondisi ini membuatku besar hati karna aku pikir Jhony amat meluhurkan kesucianku.

akan tetapi Jhony langsung memintaku membuka semua busana yang menempel ditubuhku. saya berdasarkan aja, walaupun kira-kira asing oleh menguji mengisolasi payudaraku serta selangkanganku saya turuti aba-aba suamiku itu. Jhony melihat tubuhku yang sudah bugil bundar oleh ganjil, sehabis itu beliau padamkan lampu. kala beliau memelukku dalam gelap kurasakan badannya yang sudah bugil. Kurasakan debar jantungnya yang berburu sementara saya seorang diri telah tidak bisa melukiskan perasaanku, rasanya saya melayang seringan kapuk yang tertiup angin sedemikian itu dada kita yang sama-sama bugil saling beradu. Kurasakan sengatan listrik ribuan wat menjangkiti tubuhku ketika tangan Jhony mulai menggerayang selangkanganku serta mengelus bingkai kemaluanku.

saya berair.. mendesau.. sampai tanpa kerasa Jhony sudah membaringkanku di ranjang penganten yang dialasi sprei merah duwet dalam posisi kedua pahaku bergantung. Diangkatnya kedua tungkaiku, dipanggulnya dikedua kakiku alhasil posisi kemaluanku beradu kening terlebih beradu. Aaahh.. saya mendesau ketika kurasakan barang halus hangat melatis diantara bagian kemaluanku. mengerinyau nikmat serta melilit kurasakan jadi satu ketika Jhony mulai menekan barang hangat itu ke dalam diriku, perlahan-lahan.. Mili-demi mili mulai membolongi diriku serta..

Bret! !

Aaahh saya mendesau, terdapat rasa sakit serta melilit tetapi pula nikmat melatis dalam memekku kala Jhony merapatkan tulang kemaluannya oleh bingkai kemaluanku beliau sudah sukses membolongi diriku. saya melayang baik menikmati segala ini, serta bisa mengurbankan perawanku pada suamiku. tetapi suatu berlangsung didalam situ, kurasakan barang yang membolongi diriku itu berkedut-kedut serta

Cret.. Cret.. Cret..

basut awan panas panas memadati gerong vaginaku, Jhony melenguh serupa jawi disembelih, badannya roboh mengepres tubuhku, perlahan-lahan kurasakan barang yang mulanya membolongi diriku pergi. sontak saya serupa jatuh dari ketinggian ribuan m. saya lagi mau melambung akan tetapi telah tidak terdapat lagi yang mendorongku dari dalam. saya memerlukan batang itu membolongi diriku, saya mau beliau memompaku biar bisa menerbangkan anganku jauh tinggi, tetapi itulah yang kudapat, saya jatuh mengempar dari awang-awang. serta insiden serupa ini iteratif balik hingga saya memiliki anak dua.

begitu malam-malam berikutnya kulalui oleh frustrasi. terkadang saya kerap bimbang bila bertepatan ngerumpi permasalahan ikatan suami isteri oleh ibu-ibu di arisan lagi pula apabila mengikuti mereka berbicara mampu hingga klimaks bergema. saya mesti bongak pada mereka. lagi pula mereka kerap memuji Jhony walaupun badannya kira-kira ceking tetapi atletis tutur mereka tentu hebat diranjang, mereka enggak ingat gimana Jhony sesungguhnya. semua aturan saya lakukan buat bisa menikmati kehidupan sex yang alami, tetapi segala gagal. terlebih bila saya bermanja-manja padanya beliau justru menepiskanku. cukup oleh Mbak Rien sajalah saya sedikit bongak terlebih berselindung apa yang dianjurkan ketika ngobrol di arisan saya praktekkan oleh impian Jhony bakal kian menyayangiku. akan tetapi Jhony konsisten Jhony senantiasa membiarkan saya tercantel tanpa sempat hingga tujuan.

Siang itu saya biaya ke Mall seorang diri buat hajat bulanan, ketika saya lagi enak membongkar belanjaanku dikasir, seorang menjawil pundakku dari belakang. saya berpaling.

“Oh.. ! abang Pujo” sapaku sedemikian itu kulihat abang Pujo dibelakangku dengan menenteng benda.
“Belanja seorang diri ?, Kemana Jhony? ” balasnya.
“Iya abang, abang Jhony serupa kanak-kanak dirumah” jawabku.
“Bawa alat transportasi? ” lanjutnya.
“Tadi diantar abang, tetapi berbalik ingin naik taxi Mas” jawabku karna Jhony ingin kerumah bunda dulu.
“Ya telah serempak aku saja, aku pula lagi enggak terdapat kegiatan kok” abang Pujo memintakan diri.
“Terima kasih abang, belakang ngrepoti” jawabku tetapi sesungguhnya adat aja karna canggung, yang nyata tidak boleh jadi saya menyangkal karna benar kita satu arah.

sehabis melunasi belanjaannya abang Pujo menolong membawakan belanjaanku ke mobilnya. sontak aja terdapat perasaan baik serta besar hati dalam hatiku kala bepergian berdampingan oleh abang Pujo. saya merasa serupa bepergian oleh suamiku seorang diri yang agam adem serta sedemikian itu adab. ketika sebagian pasang mata memandang kita, saya berencana kira-kira sebati oleh abang Pujo kendati mereka berpikir kita pasangan suami isteri. lagi pula bebauan air atar abang Pujo membuatku amat heran kala saya mesti dibawah ketiaknya ketika memuatkan belanjaan ke barang. selagi ekspedisi dari mall abang Pujo melimpah berjenaka terdapat aja yang beliau tertawakan.

tetapi saya amat heran padanya, terlebih saya luang menggambarkan jika saya yang jadi isteri abang Pujo. saya beriktikad kalau mestinya orang serupa inilah suamiku. hingga dirumah Jhony belum berbalik cukup pembantu yang terdapat, abang Pujo menolong meletakkan belanjaanku. ketika abang Pujo berpamitan minta diri berbalik saya serba-serbi salah tetapi enggak ingat daya apa yang mendorongku alhasil saya bedegong menciumnya tak selaku lafal dapat kasih tetapi amat saya telah enggak bisa mengendalikan hasratku. abang Pujo terkejut serta nyaris aja mendorong tubuhku. dari itu obsesiku akan abang Pujo serupa tidak terarah, sebab itu berencana saya mendekati Mbak Rien karna pingin mengikuti cerita berhubungan abang Pujo dari isterinya langsung. Usahaku kulakukan cukup lamban hingga saya benar-benar percaya benar bisa curhat serupa Mbak Rien permasalahan ranjang.

Sampailah kala Mbak Rien memintakan buat berlatih serupa abang Pujo, serta alangkah selagi tiga malam saya bisa ada abang Pujo. walaupun abang caraka tidak bertekuk lutut bagus serta agam bersama memiliki kontol lebih jauh 18 centimeter atau 4 centimeter (abang Pujo 16 centimeter atau 4 centimeter) tetapi saya merasa lebih nikmat apabila kontol abang Pujo yang menaiki bagian kemaluanku. alhasil saya lebih kerap meminta abang Pujo memompaku hingga saya melayang kepuncak tujuan.

sesuatu kala dua minggu sehabis insiden tiga malam bersama-sama abang Pujo serta abang caraka, rinduku pada abang Pujo telah tidak bencat lagi. Kucoba memberangsangkan menelepon di kantor.

“Ada apa Met.. ? ” kala pertama mengikuti suaraku.
“Mas.. ! bisa enggak.. ? ” tanyaku ragu.
“Boleh saja.. ” jawab abang Pujo dengan mesem “Ada apa angkuh cinta.. ” lanjutnya.
“Ngg.. angkuh.. ribang Mas” jawabku canggung.
“Kebetulan Met, abang terdapat rapat di Jogya, angkuh turut ya” astaga kayak bisa durian ambrol saya melompat bahagia.
“Kapan abang? ” tanyaku enggak adem.
“Dua hari lagi cinta! angkuh siap-siap betul, gimana oleh Jhony” pertanyaan abang Pujo.
“Nggak pa-pa abang, angkuh mampu kerumah Yangti (Mamanya Jhony) di Klaten belakang angkuh dari situ langsung Jogya” jawabku afdal, karna Jhony tentu mengijinkan saya bila saya berpamitan minta diri ke Klaten.

seperti perjanjian serta ijin yang kuperoleh dari Jhony saya angkat kaki akhirnya, disamping itu karna abang Pujo lagi terdapat hal. saya hingga Klaten 4 hari sehabis kepergian abang Pujo tetapi rasanya telah serupa ribuan tahun. Pagi itu saya bangkit jam 05. 00 karna abang Pujo sudah menanti mengharap di Jogya. saya berpamitan minta diri ingin ke Yogya berencana naik taxi saja karna jaraknya yang enggak sedemikian itu jauh. saya berencana memakai celana jauh serta blaser tanpa dalaman tetapi saya lapisi oleh slayer agar terlihat aci tetapi sesungguhnya pula buat menjauhi amatan ke arah dadaku yang benar cukup bertimbun serta memanggil. saya memakai CD serta Bra bentuk sprint corak hitam candu abang Pujo tuturnya eksentrik.

kala taxi yang kutumpangi hingga jalur sendiri Hpku berdering abang Pujo agaknya. abang Pujo bilang lagi terdapat hajat pergi sesaat, aku diminta langsung saja betul ke hostel S kamar Cotage no. X tutur abang Pujo. karna saya enggak angkat alih sehingga saya meminta beliin lingerie sekaligus. saya masuk cottage seperti yang dipesan abang Pujo, cukup baik karna terpisah dari hostel babon, terdapat bilik pengunjung oleh kamar tidur yang besar singgle. Kurebahkan badanku oleh posisi kaki menjuntai, walaupun hari lagi pagi rasa kantukku tidak bencat, boleh jadi karna sebagian hari minim tidur.

saya nyaris tertidur.. kala kudengar suara tahap sepatu yang kian memepet diluar situ. tidak tahu mengapa hatiku jadi berdebar-debar tidak pasti, kubuka pintu nyaris berbarengan oleh abang Pujo akan memalu pintu.

“Meta.. ! ”
“Mas.. ! ” saya menghambur dalam pelukannya, tidak daya rasanya saya menahan kerinduannku kepadanya.

Kusorongkan mulutku, kita saling berdekap lagi di depan pintu. abang Pujo melemparkan bawaannya, serta membopongku masuk, saya merangkul lehernya karna tidak mau ciumanku terkupas. perlahan-lahan abang Pujo menggeletakkan saya di lokasi tidur serta bersandar dipingginya.

“Mas.. ! erak betul? ” tanyaku dengan menggenggam tangannya.
“Yaah.. Begitulah, tetapi kan terdapat yang ingin dipijiti” jawabnya dengan mesem serta memencet hidungku.

terdapat perasaan kosong baik berbaur jadi satu, memandang tawanya yang kering, wajahnya yang senantiasa riang, jujur aja saya sesungguhnya telah mau ndusel didadanya yang aspek, mencium-cium keringatnya serta menggelatak putingnya yahh.. ! Segalanya lah. dengan ngobrol kucoba pejamkan mataku.. menggambarkan hari-hari bagus yang sempat kulalaui bersamanya.

sontak kurasakan bingkai abang Pujo mengelus bibirku, jantungku serupa melompat-lompat, setelah itu ditelusupkannya tangan kirinya melalui leherku, saya meremang jijik. Kemuadian saya merasakan tangan kanannya menyentuh buah dadaku sisi kiri yang lagi tertutup, awal mula beliau mengelus dari akar bawah buah dadaku serta perlahan-lahan berkerumun ke berdasarkan serta berakhir persisnya pada putingku, saya enggak bisa bungkam menikmati elusannya, lagi pula kala saya merasakan putingku mulai dipijit-pijit, kutarik abang Pujo alhasil menindihku, dada kita bertindihan.

Tangan abang Pujo membuka buah baju blaserku satu persatu, tidak lamban setelah itu slayerku dilemparkannya, kurasakan tangan agam abang Pujo mulai meremas serta memelintir puting susuku dari luar BHku yang benar pipih (puting susuku besar serta alot). saya merintih nikmat, tetapi mulut abang Pujo membungkamku. Tangannya setelah itu merambat ke punggungku buat melepaskan pemauk BHku. saya menyengatkan tubuh memudahkan. Kurasakan hembusan nafasnya sudah diujung puting susuku, kulihat abang Pujo melekapkan mulutnya ke arah buah dadaku, kemudian beliau mulai menjilat-jilat puting susuku, saya mengejai merasakan kenikmatan, yang menjangkiti semua pori-poriku. Kulihat puting susuku yang bundar berona merah berumur telah menjulang tinggi serta mengkilat berair air liur, mulut abang Pujo tidak henti lalu menghirup puting susuku disertai gigitan-gigitan minim. Perasaanku aduk campur enggak pasti, nikmat sekali.

Sementara tangan kanan abang Pujo mulai melalui selangkanganku, kurasakan jarinya menyentuh vaginaku yang lagi tertutup celana serta CD, vaginaku telah mulai berair. setelah itu perlahan-lahan abang Pujo merosot celanaku sekalian CD yang kukenakan. ketika kisi-kisi abang Pujo mulai menekan-nekan bolongan vaginaku persisnya di berdasarkan klitorisku jantungku telah tidak bisa kukendalikan lagi, detaknya sarasa sayap-sayap yang mulai menerbangkanku, kurasakan kenikmatan menjangkiti pori-pori tubuhku. lagi pula ketika abang Pujo mulai turun serta mulai menciumi vegiku, saya telah tidak kuat lagi, kujambak rambut abang Pujo kutekan kepalanya persisnya diatas klitorisku. (Itulah abang Pujo tutur Mbak Rien, abang Pujo setidaknya suka penekanan ketika pasangannya orgasme karna remasan vegi pada batang kontolnya bakal mendatangkannya lebih nikmat. perbedaannya oleh suamiku Jhony jauh, abang Pujo lebih adem. beliau enggak lekas memuatkan batang penisnya, tetapi lalu menciumi seluruh tubuhku lagi pula vaginaku).

ketika lidah abang Pujo berjoget-joget diujung klitorisku, saya sudah melayang karna kenikmatan yang memangkung tidak tara. saya amat melambung ketika abang Pujo melumat klitorisku serta tangannya memilin-milin kedua putingku.

“Mas saya enggak kuat abang.. abang saya.. Ah.. abang gimana ini abang.. Aduh.. Mas” rintihku, abang Pujo senantiasa enggak melimpah cakap ketika dalam bercinta, tetapi oleh adem beliau mendorongku hingga akibatnya.
“.. Ahh.. abang.. saya.. ” oleh semantap daya kukepit kepala abang Pujo, puncakku sudah kugapai. saya sudah hingga pada orgasmeku yang pertama.

sehabis sebagian ketika perlahan-lahan kepitan melonggar, abang Pujo terengah-engah kehilangan nafas. tetapi tidak habis-habisnya abang Pujo mengesun memekku, tuturnya memekku ketika orgasme baunya amat eksentrik (terlebih tuturnya ingin buat air atar yang aromanya kayak memekku ketika orgasme). perlahan-lahan abang Pujo berkerumun diatasku alhasil saya terletak dibawahnya, bebauan badannya yang mengambil hidungku membuatku kian terangsang. Kugelitik kedua puting abang Pujo bergantian, beliau menggelinjang menahan nikmat sementara sehabis itu tanganku yang satu menuntun kontolnya yang sudah berdiri buat memaski memekku yang sudah bergembut-gembut karna 0rgasme. kerasa belangkon kontolnya menelusup halus kebelahan bingkai vaginaku yang berair serta merekah.

“Vaginamu bagus serta eksentrik sekali Met, itulah penyebabnya abang senang menciumnya berangsur-angsur.. ” beliau berbisik di telingaku.

tetapi benar bingkai vaginaku lebih kasar dari faraj Mbak Rien, serta lebih gembung (njembunuk tutur orang Surabaya). Kata-kata abang Pujo membuatku menanjak baik selaku perempuan. Kupejamkan mataku rapat-rapat, seolah saya cemas memandang kecekatan rasa nikmat yang bakal membawaku menanjak tinggi keawan firdausi. kerasa nafas abang Pujo yang menerpa leherku ketika beliau menciumi bawah telingaku, sementara batang kontolnya mulai melatis masuk hingga setengahnya keadaan ini bisa kurasakan karna tulang abaimana kita belum berpadu. abang Pujo berencana menahannya serta membiarkan memekku tidak henti memijit-mijit batang kenikmatan itu. Kedua tangan abang Pujo memegang serta meremas benci buah dadaku, sementara pinggulnya lagi mengangkat serupa menjengking, kubuka luas pahaku serta.. barang ketul itu lalu melatis masuk ke gohong vaginaku. Oh, baginda.. demikian ini nikmatnya abang Pujo sudah sempurna memuatkan kontolnya berbarengan oleh hentakan halus pinggulnya.. ! !

saya amat menikmati dim untuk dim batang kontol abang Pujo ketika membelah gohong vaginaku, kerasa nikmat luar lazim.

“Oohh.. Mass.. ! ! ” saya bereaksi oleh mendesau merasakan kenikmatan yang tidak pasti. Tubuhku langsung merinding, sementara abang Pujo mulai memaju mundurkan kontolnya perlahan-lahan, saya mulai merintih-rintih tidak terarah.
“Mass, aduh abang.. alangkah nikmatnya penismu maass.. ! !, ” kataku sebelah berkoar.

abang Pujo mengangkat kepala matanya memandang mataku yang sudah alum (kata abang Pujo bedroom eyes) beliau tidak melontarkan suara apa-apa tetapi bentuk wajahnya melambangkan lagi diterpa nikmat yang berkecamuk yang meneyerbu dari memekku. abang Pujo lalu memaju mundurkan rudalnya awal mula ayal rutin tetapi kian lamban gerakannya kian lekas serta tangguh, terlebih condong kasar. pasti aja saya kian mendesah-desah dibuatnya. Penisnya sudah beralih bengkak keras serupa akan membongkar gohong vaginaku hingga ke dasar.

“Oohh.. gimana abang.. Aduh.. Toloongg.. , gustii.. ! ! ”

abang Pujo justru kian aktif mengikuti laung serta desahan rintihanku. saya kian melayang seolah berajojing memberahikan diawang-awang.

“Aahh, abang Pujo.. oohh, aarrghh.. U.. oohh.. ! ! saya enggak kuat.. abang.. saya.. pergi! ingin keluaar! ! ” saya berkoak-koak.
“Akuu.. saya pula cinta.. ! ” kisik abang Pujo dengan memelukku kuat-kuat serta kontolnya menyodok-nyodok vaginaku kian cepat.
“.. lalu, Maassn! ! Yah, oohh, yahh, ugghh! ! ”
“Oh.. aahg, uugghh.. ” detik-detik terakhir pendakianku kepuncak nikmat, kuraih birit abang Pujo, kuremas gumpalan pantatnya, kerasa vaginaku bergembut-gembut cepat sekali.

Yeess.. saya orgasme.. Yang kedua.. ! serta abang Pujo lagi lalu melajukan karna mulai kerasa debar pucuk kontolnya yang melambangkan beliau bakal klimaks.. serta

Croot.. Croot.. Croott..

larutan hangat mendepak pintu rahimku sementara abang Pujo menekan batang kontolnya kuat-kuat. sebagian ketika saya serupa melayang, enggak ingat apa-apa eksepsi nikmat yang enggak terceritakan. telah bertahun-tahun saya tidak merasakan kenikmatan serupa ini. abang Pujo mengecup-ngecup bibirku bersama kelopak mataku. Dibiarkannya saya menata nafas.

Sebelum akibatnya badan kita sama-sama melunglai, tapi abaimana kita lagi lalu berbelit-belit. abang Pujo memelukku sebati kita sama-sama sudah mendekati klimaks. saya mengejai oleh aleman, batang abaimana abang Pujo bergerak-gerak perlahan-lahan di dalam vaginaku.

“Memekmu lezat sangat kini Met, telah mampu kenyot-kenyot.. ” kisik abang Pujo sebati.

Kucubit belakang abang Pujo beliau membalas menciumi saya lagi, setelah itu lidahnya lalu menjulur-julur menjilati buah dadaku. Dibawah situ dalam lobang memekku lagi tertahan batang kontol abang Pujo yang mulai melandung, tetapi saya konsisten tidak mau melepaskannya, biarlah beliau disana. saya senang. sesungguhnya birahiku mulai menghentak-hentak lagi tetapi saya amat lesu sehabis acap kali menaiki hingga klimaks.

“Aku senang bercinta denganmu Met.. angkuh pula kan? ” kisik abang Pujo lagi.

saya membalasnya oleh mesem aleman, serta itu telah cukup buat abang Pujo selaku balasan. Seharian itu kita bersetubuh hingga empat kali lazimnya serupa kemantin terkini. terlebih sehabis rehat siang saya meminta jatahku.. lagi.

nyaris selagi 3 hari di Yogya saya sedikit tidur, hari-hari saya cukup di kamar bersenggama serta lalu bersenggama tetapi anehnya saya konsisten afiat serta bisa pergi jalan-jalan kisaran kota. boleh jadi keterangan Mbak Rien betul (bila melimpah arik hendaknya banyak-banyak makan buah). sesudah bersetubuh tiap malam saya senantiasa minum sari buah buah serupa rekomendasi Mbak Rien.

*****

cerita ini kutulis bersama-sama Mbak Rien serta abang Pujo mulanya saya malu ngaku tetapi karna kita sudah berpadu jadi saya mampu bebas cerita pada Mbak Rien jujur rasanya saya baik bila jadi isteri abang Pujo.

Recent search terms:

  • cerita ngentot tante dengan vulgar
Tags:
author